Perkuat Tata Kelola Wakaf, Kankemenag Kulon Progo Gandeng Mahasiswa UIN Sunan Kalijaga Lewat KKN Tematik

Kulon Progo (KemenagKP) – Kankemenag Kulon Progo terus berupaya memberikan pelayanan yang terbaik bagi masyarakat. Sehingga Kankemenag Kulon Progo selalu berinovasi untuk mewujudkan hal tersebut, salah satunya dalam pengelolaan zakat dan wakaf.  Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kulon Progo, H.M. Wahib Jamil, S.Ag., M.Pd. menyampaikan hal tersebut saat membuka Sosialisasi Pelaksanaan Program KKN Tematik Perwakafan yang diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama RI di Aula G. PLHUT kantor setempat, Kamis (23/7/2026).

Kegiatan ini dihadiri oleh Ketua Tim Program KKN Tematik Perwakafan sekaligus Analis Kebijakan Ahli Madya Direktorat Pemberdayaan Zakat dan Wakaf, Dr. Nur Kumala Dewi, S.Kom., M.Pd. dan Ketua LPPM UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Dr. Abdul Qoyum.

Dalam sambutannya, Wahib Jamil menyampaikan apresiasi kepada Direktorat Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Kementerian Agama RI, Kantor Wilayah Kementerian Agama DIY, serta LPPM UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta yang telah mempercayakan Kabupaten Kulon Progo sebagai salah satu lokasi pelaksanaan Program KKN Tematik Perwakafan.

”Wakaf merupakan instrumen ekonomi dan sosial keagamaan yang memiliki peran strategis dalam meningkatkan kesejahteraan umat. Menurutnya, potensi wakaf di Kabupaten Kulon Progo sangat besar, namun masih dihadapkan pada berbagai tantangan, seperti administrasi yang belum tertib, legalitas aset wakaf yang belum sepenuhnya terselesaikan dan kurangnya literasi tentang wakaf di masyarakat”, ungkap Jamil.

Karena itu, Program KKN Tematik Perwakafan dinilai menjadi langkah nyata dalam memperkuat tata kelola wakaf melalui kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan masyarakat. Mahasiswa tidak hanya melaksanakan pengabdian kepada masyarakat, tetapi juga berperan sebagai mitra dalam mengidentifikasi potensi wakaf, melakukan pendampingan administrasi, memberikan edukasi kepada masyarakat, serta meningkatkan literasi wakaf.

”saat ini kami terus berinovasi salah satunya Jemput Bola Layanan Wakaf Kulon Progo sebagai Kiat Andalan Sampai Jadi dan Terbit Sertifikat (Lawanku Kian Jadi Terpikat), hal ini memberikan kemudahan masyarakat dalam mendapatkan layanan dan pendampingan wakaf”, Imbuhnya

Ia juga berpesan kepada para mahasiswa peserta KKN agar memanfaatkan kesempatan tersebut untuk belajar langsung dari masyarakat, menjaga nama baik almamater, menghormati budaya lokal, serta menjalankan setiap program dengan penuh tanggung jawab dan keikhlasan.

Sementara itu, Ketua Tim Program KKN Tematik Perwakafan, Nur Kumala Dewi, menyampaikan bahwa para mahasiswa yang mengikuti program ini merupakan peserta terpilih yang mengemban amanah untuk mendukung penguatan data dan tata kelola wakaf nasional.

”Teman-teman mahasiswa nantinya akan bertugas membatu menggali data wakaf dari berbagai aspek di lapangan, serta melakukan verifikasi data melalui Sistem Informasi Wakaf (SIWAK). Menurutnya, setiap hasil pendataan yang dilakukan akan menjadi bagian dari pembaruan data wakaf nasional.

“Hasil kerja tersebut akan diunggah dan diperbarui di SIWAK sehingga data wakaf dari Sabang sampai Merauke dapat terintegrasi dalam satu data nasional. Ini menjadi amal jariyah yang manfaatnya akan terus dirasakan,” jelasnya.

Ia juga mengajak mahasiswa untuk melakukan literasi kepada masyarakat melalui gerakan Yuk BerZAWA , dengan membuat konten-konten di media sosial sebagai upaya meningkatkan literasi zakat dan wakaf.

Abdul Qoyum, mengajak para mahasiswa untuk menikmati alur proses ketika bekerja dilapangan. ”jangan merasa terbebani karena ini adalah tugas mulia dan tercatat sebagai amal jariyah, nikmati saja prosesnya, utamakan keselamatan dan lakukan yang terbaik untuk masyarakat”, pesan Qoyum. (don)

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *