Tim Puskesmas dan Dinas Kesehatan Gerak Cepat Pantau Kondisi Peserta Didik Musera Pasca-Insiden MBG

Kulon Progo (Musera) – MI Muhammadiyah Serangrejo (Musera) menerima kunjungan mendadak dari Tim Puskesmas Wates yang didampingi oleh perwakilan Dinas Kesehatan Kabupaten Kulon Progo pada Kamis (23/7/2026) siang. Kedatangan tim medis ini bertujuan untuk mengonfirmasi langsung kondisi kesehatan murid dan guru yang sempat dilaporkan kurang baik pasca-mengonsumsi paket Makan Bergizi Gratis (MBG) dari dapur Karangwuni.

Dalam kunjungan tersebut, pihak Puskesmas Wates diwakili oleh Eny Padmiyati, sedangkan Dinas Kesehatan diwakili oleh Lilmawati, S.K.M. dan Nirmala Sari, S.K.M. Langkah jemput bola ini diambil sebagai tindak lanjut atas insiden keracunan pangan masal yang sempat menggegerkan wilayah Wates awal pekan ini.

”Kami turun langsung ke lapangan untuk memastikan kondisi anak-anak dan guru di MI Muhammadiyah Serangrejo (Musera). Karena pada Senin kemarin, pasokan MBG Karangwuni menyebabkan banyak murid yang mengalami gejala keracunan. Berdasarkan laporan, di Musera sendiri tercatat ada 4 murid dan 1 guru yang sempat mengalami penurunan kondisi kesehatan,” jelas Lilmawati.

”Namun, kami sangat bersyukur karena gejala di madrasah ini tergolong ringan. Sehingga mereka hanya tidak berangkat ke madrasah selama satu hari saja. Alhamdulillah pada Kamis ini seluruhnya sudah kembali sehat serta bisa beraktivitas normal seperti sedia kala,” sambungnya.

Respons cepat dan perhatian dari otoritas kesehatan ini mendapat apresiasi tinggi dari pihak pengelola madrasah. Kepala Madrasah, Sumarsih, M.S.I. menyampaikan rasa terima kasihnya atas kesigapan tim Puskesmas dan Dinas Kesehatan yang langsung memantau kondisi anak didiknya secara detail. ”Kami sangat mengapresiasi kesigapan luar biasa dari tim Puskesmas Wates dan Dinas Kesehatan dalam menangani kasus ini secara cepat, tanggap, dan transparan. Kehadiran para petugas medis ke madrasah tidak hanya memberikan rasa aman bagi kami para guru dan orang tua murid. Tetapi juga memastikan bahwa penanganan dampak pasca-insiden MBG ini berjalan secara tuntas,” ujar Kamad.

”Terima kasih telah memberikan perhatian penuh pada pemulihan kesehatan di lingkungan madrasah kami,” tambahnya.

Pemulihan kondisi fisik juga dibenarkan oleh salah satu murid Musera yang sempat terdampak, Muhammad Tabah. Murid yang kini sudah bisa kembali ceria di madrasah tersebut menceritakan bahwa kondisinya sudah pulih. ”Sekarang saya sudah baik-baik saja dan sehat kembali untuk belajar di kelas. Kemarin setelah makan paket makanan itu, kepala saya memang sempat terasa sedikit pusing dan badan lemas, makanya sempat izin untuk istirahat di rumah. Tapi alhamdulillah, setelah minum air putih yang banyak dan tidur, pusingnya langsung hilang dan hari ini sudah dapat belajar lagi bersama teman-teman,” kata Tabah.

Melalui konfirmasi langsung ini, pihak Puskesmas dan Dinas Kesehatan memastikan klaster gangguan pencernaan akibat pasokan MBG di MI Muhammadiyah Serangrejo (Musera) telah berhasil tertangani dengan baik dan dinyatakan selesai. Pihak madrasah pun kini dapat melanjutkan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) secara kondusif tanpa ada lagi murid maupun guru yang tertinggal pelajaran akibat sakit. (ist/abi).
#KementerianSemuaAgama #MakinDigitalMenjangkauUmat

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *