Sinergi Madrasah dan Orang Tua, KUA Panjatan Bedah Kunci Sukses Pola Asuh dan Literasi Digital

Kulon Progo (KUA Panjatan) — KUA Kapanewon Panjatan hadir sebagai narasumber dalam kegiatan Kelas Parenting yang diselenggarakan MI Ma’arif Dondong, Jumat (17/7/2026) pagi, di ruang kelas 3–4 MI Ma’arif Dondong. Kegiatan ini dihadiri jajaran guru, pengurus madrasah, serta wali siswa.

Dalam sambutan pembukaannya, Kepala MI Ma’arif Dondong, Makmur Khoiruddin, S.Ag., M.Pd., menyampaikan apresiasi atas kehadiran seluruh wali siswa dan narasumber dari KUA Panjatan.

“Kami berharap ilmu parenting yang diberikan hari ini dapat benar-benar diamalkan. Pendidikan anak hanya akan berhasil jika tercipta sinergi yang baik antara pihak sekolah dan orang tua di rumah,” ujarnya.

Penyuluh Agama Islam KUA Panjatan, Nofianti, S.Pd.Si., M.Pd., hadir sebagai pemateri utama. Ia menjelaskan bahwa anak usia 7 hingga 12 tahun berada pada fase penting perkembangan kognitif dan sosial, di mana mereka mulai banyak meniru lingkungan luar. Pada masa ini, sinergi antara orang tua dan madrasah harus berjalan selaras agar tidak terjadi tumpang tindih nilai moral yang diterima anak.

Nofianti menegaskan bahwa rumah harus diposisikan sebagai laboratorium pertama dan utama tempat anak mempraktikkan nilai-nilai keagamaan, kejujuran, dan sopan santun yang telah dipelajari di madrasah.

Ia juga mengulas tantangan pola asuh di era digital. Menurutnya, mendidik generasi alfa tidak bisa lagi menggunakan metode yang bersifat memaksa, melainkan harus mengedepankan literasi digital yang kuat dari orang tua. Pengawasan interaksi anak terhadap gawai dan media sosial perlu diperketat sebagai bentuk perlindungan digital agar teknologi menjadi sarana pendukung belajar, bukan pemicu degradasi moral atau kecanduan.

Kepala KUA Panjatan, H. Basit Rustami, S.Ag., menegaskan komitmen KUA dalam mendukung ketahanan keluarga melalui sektor pendidikan.

“KUA Panjatan akan selalu siap bersinergi dengan lembaga pendidikan seperti MI Ma’arif Dondong untuk mengedukasi masyarakat. Kelas parenting ini sangat penting karena fondasi utama karakter anak dibentuk dari keluarga yang sakinah, di mana orang tua memiliki bekal literasi pengasuhan yang kuat di tengah tantangan zaman yang semakin kompleks,” ujarnya.

Para peserta tampak antusias sepanjang acara berlangsung, dibuktikan dengan banyaknya wali murid yang aktif mengajukan pertanyaan dan berbagi pengalaman mengenai kendala mendidik anak di era digital.

Kegiatan ditutup dengan komitmen bersama antara MI Ma’arif Dondong dan wali siswa untuk terus menjalin komunikasi yang intensif. Madrasah berharap Kelas Parenting ini dapat menjadi agenda rutin guna menyelaraskan program pendidikan sekolah dengan pola bimbingan di rumah, dan diakhiri dengan doa bersama. (nof/mel)

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *