Integrasi Bantuan Sosial dan Pembangunan Akhlak: KUA Pengasih Sosialisasikan Kepesertaan PKH dan Nilai Kesantunan di Dusun Kopat

Kulon Progo (KUA Pengasih) – Dalam upaya mewujudkan kesejahteraan masyarakat yang holistik, mencakup dimensi material sekaligus spiritual, KUA Kecamatan Pengasih secara konsisten mengeskalasi program pembinaan terpadu Pusaka Sakinah dan SIKAP BAIK (Sinergi KUA dan PKH Berdaya Agamis Inklusif). Agenda berkesinambungan ini kembali diwujudkan dalam forum Pertemuan Peningkatan Kemampuan Keluarga (P2K2) yang berlangsung di kediaman Kustini, RT 02 Dusun Kopat, Karangsari, Pengasih, pada Jumat (14/8/2026).

Forum strategis ini menghadirkan kolaborasi lintas sektor antara Pendamping PKH Kementerian Sosial, Emi Listiawati, S.Pd, dan Penyuluh Agama Islam KUA Pengasih, Muhammad Munawir, S.Ag.

Dalam ranah tata kelola bantuan sosial, Pendamping PKH Emi Listiawati, S.Pd, memfokuskan agenda pada konsolidasi data serta integrasi peserta baru Program Keluarga Harapan di wilayah Dusun Kopat. “Proses pemutakhiran dan verifikasi faktual data kepesertaan baru ini merupakan krusialitas akuntabilitas program. Kami memastikan seluruh penerima manfaat memahami dengan presisi mengenai hak, kewajiban, serta mekanisme pendampingan sosial agar efektivitas graduasi ekonomi dapat tercapai secara terukur,” jelas Emi.

Menyelaraskan pendekatan administrasi sosial tersebut, Penyuluh Agama Islam, Muhammad Munawir, S.Ag, menyampaikan konstruksi pendidikan karakter berbasis literasi keagamaan. Mengangkat tema kepribadian utama seorang muslim, beliau membedah empat modal sosial-spiritual yang membebaskan manusia dari ancaman api neraka, yaitu: Satu; Hayyin (Ketenangan Jiwa & Tawadhu’): Kemampuan mengendalikan emosi, bersikap rendah hati, serta memiliki kedewasaan mental dalam menghadapi dinamika kehidupan.

Dua; Layyin (Kelembutan Hati): Integritas tutur kata yang santun, kepedulian sosial, serta ketiadaan keputusasaan dalam interaksi antarsesama. Tiga; Qarbin (Keterbukaan Sosial): Karakter religius yang inklusif, komunikatif, bersahabat, serta jauh dari sikap eksklusif (jaim) dalam bermasyarakat. Empat; Sahlin (Solutif & Meringankan Beban): Komitmen altruistik untuk senantiasa mempermudah urusan, membantu sesama, dan menjadi solusi atas permasalahan lingkungan sekitar.

Merespons implementasi program terpadu ini, Kepala KUA Pengasih, Yusma Alam Rangga, S.H.I, M.S.I, menegaskan visi transformatif KUA dalam mengawal kesejahteraan warga. “Pembangunan kesejahteraan masyarakat tidak boleh berhenti pada pemberian jaring pengaman ekonomi semata, melainkan harus diimbangi dengan penguatan modal sosial dan spiritual. Melalui kolaborasi Pusaka Sakinah dan SIKAP BAIK ini, KUA Pengasih berkomitmen membentuk karakter masyarakat yang resilien, berakhlak mulia, serta memiliki kepekaan sosial yang tinggi sebagai fondasi utama ketahanan keluarga di Kabupaten Kulon Progo,” tegas Rangga.(lua/mel)

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *