Kepala MIMA Bojong Ajak Guru Evaluasi Pendampingan Murid Baru

Kulon Progo (MIMA Bojong) — Kepala Madrasah Ibtidaiyah (MI) Ma’arif Bojong, Mahbub Misbahudin mengajak para guru untuk melakukan evaluasi setelah hampir empat pekan membersamai peserta didik baru tahun pelajaran 2026/2027. Pada tahun pelajaran ini, MI Ma’arif Bojong mendapatkan amanah untuk mendampingi 25 murid baru kelas I.
Jumlah tersebut menjadi sebuah amanah sekaligus tanggung jawab yang perlu mendapatkan perhatian dan penanganan secara lebih serius. Terutama dalam masa awal peserta didik beradaptasi dengan lingkungan madrasah.
Evaluasi dilakukan untuk melihat perkembangan murid selama hampir satu bulan pertama. Baik dari aspek adaptasi terhadap lingkungan madrasah, kedisiplinan, kemandirian, kemampuan mengikuti pembelajaran, interaksi sosial, maupun pembentukan karakter dan kebiasaan positif yang mulai dibangun.
Kegiatan tersebut sekaligus menjadi bagian dari capacity building sederhana bagi guru. Yakni upaya untuk membangun dan meningkatkan kapasitas, kemampuan, serta kualitas pendidik dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya. Namun, proses capacity building kali ini tidak harus dilakukan melalui kegiatan formal atau pelatihan yang membutuhkan biaya besar.
Proses evaluasi berlangsung secara sederhana dan penuh keakraban. Para guru duduk bersama, berbincang santai, saling bertukar pengalaman, menyampaikan berbagai kendala yang ditemui selama membersamai murid. Sekaligus mencari solusi dan langkah tindak lanjut yang dapat dilakukan bersama.
Dari percakapan sederhana tersebut, berbagai hal penting dapat ditemukan untuk menjadi bahan perbaikan dalam proses pendampingan peserta didik. Sebab, membangun kapasitas guru dan meningkatkan kualitas madrasah tidak selalu harus melalui kegiatan yang mahal. Terkadang, cukup dengan menyediakan waktu untuk duduk bersama, berbagi pengalaman, dan berbicara dari hati ke hati, sudah menjadi langkah penting untuk melakukan evaluasi dan perbaikan.
Kepala Madrasah menekankan bahwa masa awal pendidikan merupakan tahap penting dalam membentuk kebiasaan dan karakter anak. Oleh karena itu, diperlukan kesabaran, ketelatenan, perhatian, serta komunikasi yang baik antara guru, madrasah, dan orang tua.
“Tahun ini kita mendapatkan amanah 25 murid baru. Amanah ini harus kita layani dengan sungguh-sungguh. Karena itu, perlu penanganan yang lebih serius, terarah, dan berkelanjutan agar anak-anak dapat beradaptasi dengan baik serta tumbuh dan berkembang sesuai dengan harapan madrasah dan orang tua,” ungkap Kamad.
Melalui evaluasi dan capacity building sederhana ini, diharapkan setiap kendala yang ditemukan selama proses pendampingan dapat segera ditindaklanjuti dan dicarikan solusi bersama. Kegiatan tersebut juga menjadi wujud komitmen MI Ma’arif Bojong untuk terus melakukan perbaikan secara berkelanjutan dalam memberikan pelayanan pendidikan terbaik bagi peserta didik.
Dengan semangat kebersamaan, MI Ma’arif Bojong berkomitmen untuk membersamai tumbuh kembang 25 murid baru dengan penuh perhatian, kesabaran, dan tanggung jawab. Sehingga mereka dapat merasa nyaman, bahagia, dan tumbuh menjadi generasi yang beriman, berakhlak, mandiri, serta berprestasi. (bub/abi).
#KementerianSemuaAgama
#MakinDigitalMenjangkauUmat



Leave a Reply
Want to join the discussion?Feel free to contribute!