Penguatan Spiritual dan Kemandirian Ekonomi: Sinergi KUA Pengasih dan PKH Bina Penerima Manfaat di Siluwok Kidul

Kulon Progo (KUA Pengasih) – KUA Pengasih kembali melanjutkan sinergi bersama Program Keluarga Harapan (PKH) melalui program pembinaan terpadu Pusaka Sakinah dan SIKAP BAIK (Sinergi KUA dan PKH Berdaya Agamis Inklusif). Kegiatan Majelis Taklim (MT) Az-Ziyadah ini dilaksanakan di kediaman Ibu Darmiyati, Siluwok Kidul, Tawangsari, Pengasih, pada Rabu (12/8/2026).
Hadir sebagai narasumber utama, Penyuluh Agama Islam Muhammad Munawir, S.Ag, bersama Pendamping PKH, Emi Listiawati, S.Pd, di hadapan para warga penerima manfaat. Dalam sesi pendampingan sosial, Emi Listiawati, S.Pd, memberikan edukasi mengenai kedewasaan dan kemandirian ekonomi penerima bantuan. Beliau mengingatkan bahwa bantuan sosial dari pemerintah sifatnya tidak permanen. “Bantuan PKH itu tidak selamanya. Bagi KPM yang sudah menerima bantuan selama 5 tahun, mari bersiap mandiri karena bisa jadi dari pemerintah pusat sudah dianggap ‘lulus’ atau graduasi,” tegas Emi.
Sementara itu, Muhammad Munawir, S.Ag, menyampaikan tausiyah bertema refleksi diri mengenai sifat dasar manusia serta solusinya menurut ajaran Islam. Ia menjelaskan bahwa manusia secara alamiah cenderung memiliki sifat mudah mengeluh dan pelit, kecuali kelompok orang yang senantiasa menjaga spiritualitasnya.

Ia memaparkan empat kriteria manusia yang terbebas dari sifat buruk tersebut. Pertama; Mendirikan Shalat: Menjaga hubungan baik dengan Allah secara konsisten sebagai benteng ketenangan jiwa. Kedua; Gemar Bersedekah: Mengikis sifat kikir dengan berbagi rezeki kepada sesama yang membutuhkan. Ketiga; Percaya Hari Akhir: Meyakini adanya pertanggungjawaban atas segala perbuatan di dunia. Keempat; Rasa Takut kepada Allah: Senantiasa berhati-hati dalam bersikap dan menjalankan perintah-Nya.
Kepala KUA Pengasih, Yusma Alam Rangga, S.H.I, M.S.I, memberikan apresiasi atas keberlanjutan pembinaan terpadu di wilayah Tawangsari ini. “Langkah edukasi yang disampaikan pendamping PKH dan penyuluh agama sangat selaras. KUA Pengasih berkomitmen untuk terus mendampingi warga, tidak hanya agar siap secara mental dan ekonomi ketika nanti tergraduasi dari program bansos, tetapi juga memiliki fondasi keimanan yang kokoh dalam mengarungi kehidupan,” tutur Rangga.(lua/mel)



Leave a Reply
Want to join the discussion?Feel free to contribute!