Penyuluh Agama Islam KUA Pengasih Dorong Penguatan Keimanan Jemaah Langgar Al Hidayah Lewat Amalan Selawat

Kulon Progo (KUA Pengasih) – Suasana khidmat menyelimuti Langgar Al Hidayah, Dusun Klegen, Sendangsari, Pengasih, pada Senin malam (17/8/2026) pukul 20.00 WIB. Warga dan jemaah setempat tampak antusias mengikuti agenda pengajian rutinan yang diselenggarakan setiap malam Selasa Pahing sebagai wadah pembinaan mental-spiritual masyarakat.

Hadir memberikan tausiah dalam majelis tersebut, Penyuluh Agama Islam KUA Pengasih, Muhammad Musodiqin, S.Sos. Dalam paparan materinya, beliau mengulas secara mendalam mengenai kedahsyatan amalan membaca selawat Nabi berdasarkan landasan riwayat Hadits An-Nasa’i: “Siapa saja yang membaca selawat kepadaku sekali, niscaya Allah berselawat kepadanya sepuluh kali, menghapus sepuluh dosanya, dan mengangkat derajatnya sepuluh tingkatan.” (HR. An-Nasa’i)

Melalui kutipan hadis tersebut, Muhammad Musodiqin, S.Sos, memaparkan tiga keutamaan utama bagi pengamal selawat: Pertama; Keberkahan dan Rahmat: Mendapatkan penghormatan dan balasan berkali-kali lipat langsung dari Allah SWT. Kedua; Pembersih Noda Dosa: Menjadi sarana pengampunan dan peluruhan atas kekhilafan yang dilakukan sehari-hari. Ketiga; Elevasi Derajat: Diangkat kedudukan serta martabatnya di sisi Allah SWT, baik di dunia maupun di akhirat.

Pengurus Langgar Al Hidayah, Suroso, menyampaikan apresiasi atas konsistensi jamaah serta kehadiran Penyuluh Agama Islam yang senantiasa mendampingi kegiatan warga. “Kegiatan pengajian rutinan malam Selasa Pahing ini kami selenggarakan sebagai sarana memupuk keimanan dan ketaqwaan warga. Lebih dari itu, kami ingin menumbuhkan rasa kecintaan (mahabbah) yang mendalam kepada Nabi Muhammad SAW melalui pembiasaan memperbanyak selawat di tengah masyarakat,” tutur Suroso.

Menanggapi geliat keagamaan di wilayah Sendangsari tersebut, Kepala KUA Pengasih, Yusma Alam Rangga, S.H.I, M.S.I, memberikan penegasan mengenai peran strategis majelis berbasis tempat ibadah lokal. “Langgar dan mushalla di dusun-dusun adalah benteng pertahanan spiritual masyarakat yang paling akar rumput. KUA Pengasih akan terus mendukung penuh kegiatan syiar Islam yang konsisten seperti ini, karena dari majelis selawat yang rutin inilah lahir masyarakat yang teduh, berkarakter mulia, serta senantiasa menjunjung tinggi nilai-nilai kedamaian dalam kehidupan berbangsa,” pungkas Rangga.(lua/mel)

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *