Perkuat Ketahanan Keluarga, KUA Lendah Bimbing Fikih Perawatan Jenazah Perempuan

Kulon Progo (KUA Lendah) – Kantor Urusan Agama (KUA) Kapanewon Lendah terus memperkuat pembinaan keagamaan masyarakat melalui kegiatan bimbingan fikih perawatan jenazah perempuan bagi anggota Majelis Taklim (MT) Bina Keluarga Remaja (BKR) Sayang Anak di Padukuhan Gegulu, Kalurahan Gulurejo, Kapanewon Lendah, Kamis (6/8/2026).

Kegiatan yang diikuti 35 anggota majelis taklim tersebut diawali dengan arisan dan silaturahmi, kemudian dilanjutkan dengan penyampaian materi serta praktik perawatan jenazah perempuan yang dipandu oleh Penyuluh Agama Islam KUA Lendah, Wardani, S.Ag., bersama mahasiswa Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) UIN Alauddin Makassar.

Dalam pemaparannya, Wardani menjelaskan bahwa mengurus jenazah seorang muslim merupakan fardu kifayah, yakni kewajiban kolektif yang menjadi tanggung jawab umat Islam. Apabila telah dilaksanakan oleh sebagian anggota masyarakat, kewajiban tersebut gugur bagi yang lainnya.

“Pemahaman tentang tata cara perawatan jenazah perlu dimiliki masyarakat agar ketika menghadapi musibah kematian, mereka mampu melaksanakan kewajiban syariat dengan benar sesuai tuntunan Islam,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa perawatan jenazah meliputi empat tahapan utama, yaitu memandikan, mengafani, menyalatkan, dan menguburkan jenazah. Selain itu, peserta juga diberikan pemahaman mengenai langkah-langkah yang perlu dilakukan sesaat setelah seseorang meninggal dunia, seperti memejamkan mata jenazah sambil mendoakannya, mengikat dagu agar mulut tetap tertutup, meluruskan dan melemaskan persendian tubuh, serta menutup seluruh tubuh jenazah dengan kain.

Kepala KUA Kapanewon Lendah, Zamroni, S.Ag., M.S.I., mengapresiasi terselenggaranya kegiatan tersebut. Menurutnya, pembinaan fikih perawatan jenazah merupakan bagian dari penguatan ketahanan keluarga dan pemberdayaan masyarakat di bidang keagamaan.

“Kami mengapresiasi kegiatan ini karena memberikan bekal pengetahuan dan keterampilan yang sangat dibutuhkan masyarakat. Harapannya, semakin banyak warga yang memahami tata cara pelaksanaan fardu kifayah sesuai syariat sehingga mampu memberikan pelayanan keagamaan di lingkungan masing-masing,” tuturnya.

Melalui kegiatan ini, KUA Lendah berharap masyarakat semakin memahami fikih perawatan jenazah, mampu melaksanakan fardu kifayah secara benar, serta memperkuat semangat kebersamaan dan kepedulian sosial di tengah masyarakat. (ags/alf/mel)

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *