Wujudkan Ekoteologi, KUA Nanggulan Serahkan Bibit Pohon ke Ormas Keagamaan

Kulon Progo (KUA Nanggulan) — Dalam rangka memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia sekaligus mewujudkan komitmen nyata terhadap program ekoteologi yang digalakkan Kementerian Agama, Kantor Urusan Agama (KUA) Kapanewon Nanggulan menyerahkan bantuan bibit pohon kepada berbagai organisasi kemasyarakatan (ormas) keagamaan di wilayah Nanggulan, pada Senin (24/8/2026).

Penyerahan bibit ini melibatkan kolaborasi lintas ormas, mulai dari NU, Muhammadiyah, LDII, MTA, hingga perwakilan umat Kristen dan Hindu. Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat kesadaran ekologis serta memupuk kepedulian lingkungan secara berkelanjutan melalui pendekatan keagamaan.

Kepala KUA Kapanewon Nanggulan, Jemino, S.H.I., M.H.I., menyatakan bahwa pemberian bibit pohon ini merupakan simbol sinergi antara lembaga keagamaan dan masyarakat dalam menjaga kelestarian alam.

“Melalui sumbangan bibit pohon ini, kami berharap dapat menumbuhkan kesadaran bersama akan pentingnya menjaga lingkungan. Pohon yang ditanam hari ini adalah warisan bagi generasi mendatang serta bukti sinergi KUA dan ormas dalam membangun kepedulian sosial,” ungkap Jemino.

Ia juga menambahkan bahwa gerakan ini adalah bagian dari dakwah bil hal—memberikan teladan nyata tentang cinta terhadap alam sebagai bagian dari iman.

Apresiasi positif datang dari para peserta. Sukirno, M.Pd., perwakilan dari Muhammadiyah, menyampaikan rasa bangga atas inisiatif KUA Nanggulan yang telah merangkul berbagai elemen masyarakat untuk merawat bumi.

“Kami sangat mengapresiasi KUA Nanggulan yang mengajak kami bersama-sama menghijaukan bumi Nanggulan. Semoga kegiatan berdampak positif seperti ini terus berlanjut secara berkesinambungan,” ujar Sukirno.

Senada dengan Sukirno, Sumirah dari Fatayat NU juga turut menyampaikan kesan positifnya.

“Kegiatan ini sangat bermakna. Selain menghijaukan lingkungan, kami juga diajak untuk lebih peduli terhadap alam. Semoga bibit yang kami tanam kelak tumbuh subur dan memberikan manfaat bagi banyak orang,” ujar Sumirah.

Aksi penanaman sebagai wujud ekoteologi ini diharapkan dapat menguatkan pendidikan karakter masyarakat melalui tindakan nyata menjaga dan merawat alam, demi terciptanya kawasan yang asri, hijau, dan lestari di wilayah Kapanewon Nanggulan. (cho/mel)

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *