Bekali Fardu Kifayah, Kelas VI Musera Praktikkan Salat Jenazah

Kulon Progo (Musera) – Murid Kelas VI MI Muhammadiyah Serangrejo (Musera) melaksanakan kegiatan pembelajaran luar biasa. Yakni dengan mempraktikkan tata cara salat jenazah pada Selasa (22/9/2026) siang.

Bertempat di ruang kelas, pembelajaran ibadah ini diikuti oleh seluruh murid kelas atas sebagai bagian dari pendalaman materi fikih tentang pengurusan jenazah. Kegiatan praktik langsung ini bertujuan agar para murid tidak hanya memahami teori di dalam buku. Tetapi juga mampu menguasai tata cara ibadah yang bersifat sosial keagamaan tersebut secara mandiri.

Guru Kelas VI Musera, Istiqomah, S.Pd., memimpin langsung jalannya praktik dan memberikan penjelasan komprehensif mengenai rukun serta keutamaan salat ini. Ia dengan teliti mengoreksi setiap gerakan dan hafalan bacaan para murid agar sesuai dengan tuntunan syariat Islam.

”Salat jenazah biasa juga disebut dengan salat mayit. Ini adalah salat yang hukumnya fardu kifayah dan dilakukan tanpa rukuk maupun sujud. Salat ini dilakukan dalam posisi berdiri dengan 4 kali takbir. Karena hukumnya fardu kifayah, pemahaman ini wajib dikuasai agar kelak anak-anak bisa ikut menyalatkan keluarga atau tetangga yang wafat,” jelas Isti.

Metode pembelajaran berbasis praktik langsung ini mendapatkan dukungan penuh dari Kepala Madrasah, Sumarsih, M.S.I. Dia memantau pelaksanaan kegiatan dan menegaskan pentingnya pembekalan keterampilan ibadah praktis bagi murid yang akan segera lulus ke jenjang sekolah menengah.

”Kami dari pihak madrasah sangat mendukung penuh pembelajaran praktik salat jenazah ini. Pembelajaran fikih yang konkret seperti ini efektif melekat dalam ingatan anak-anak. Kami ingin lulusan Musera tidak hanya unggul secara akademis. Tetapi juga siap terjun dan bermanfaat bagi masyarakat dalam urusan keagamaan,” ujar Kamad.

Sesi praktik berlangsung dengan khidmat dan tertib saat para murid secara bergantian maju ke depan kelas untuk bertindak sebagai imam maupun makmum. Salah satu murid yang sudah maju mempraktikkan salat jenazah, Hafiza Khaira Lub’na mengaku sangat bersyukur atas adanya materi praktik ini. Karena membuatnya menjadi lebih paham urutan ibadah yang benar.

”Saya merasa bersyukur sekali bisa mempraktikkan salat jenazah hari ini di kelas. Awalnya sempat bingung karena tidak ada rukuk dan sujud. Tetapi setelah mempraktikkannya langsung bersama, sekarang saya jadi benar-benar paham urutan takbir dan bacaannya,” ungkap Hafiza.

Melalui kegiatan penugasan praktik yang terarah ini MI Muhammadiyah Serangrejo (Musera) terus berkomitmen memperkuat pondasi keagamaan yang kokoh bagi seluruh murid. Pembelajaran ini diharapkan mampu menumbuhkan rasa empati. Sekaligus kesadaran spiritual anak mengenai konsep kematian dan persaudaraan sesama Muslim. (ist/abi).

#KementerianSemuaAgama
#MakinDigitalMenjangkauUmat

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *