Catherina Persembahkan Novel Karyanya untuk Taman Pustaka MANSAKU

Kulon Progo (MAN 1 KP) — Kreativitas literasi kembali ditorehkan peserta didik MAN 1 Kulon Progo. Catherina Raina Gadis, siswi kelas XII-E, menyerahkan novel karyanya berjudul Tahta, Air Mata dan Aurellion kepada madrasah. Penyerahan buku tersebut dilakukan saat upacara bendera hari Senin, (14/9/2026), di halaman MAN 1 Kulon Progo.

Novel tersebut menjadi salah satu bukti bahwa peserta didik MANSAKU tidak hanya berperan sebagai penikmat bacaan, tetapi juga mampu menghasilkan karya literasi. Penyerahan buku kepada madrasah diharapkan dapat memperkaya koleksi bacaan di Perpustakaan Taman Pustaka sekaligus memberikan inspirasi bagi peserta didik lainnya untuk berani berkarya.

Catherina Raina Gadis mengungkapkan rasa syukur dan kebahagiaannya karena dapat menyerahkan karya yang telah ditulisnya kepada madrasah. Menurutnya, penyerahan novel tersebut merupakan bentuk berbagi sekaligus upaya agar karyanya dapat dibaca oleh lebih banyak orang.

“Senang dan bersyukur bisa menyerahkan novel ini kepada madrasah. Saya berharap Tahta, Air Mata dan Aurellion tidak hanya menjadi karya pribadi, tetapi juga bisa dinikmati dan memberikan inspirasi bagi teman-teman yang membacanya,” ungkap Catherina.

Ia berharap karya tersebut dapat menjadi pemantik bagi peserta didik lain untuk berani menuangkan ide dan imajinasi dalam bentuk tulisan. Baginya, menulis merupakan salah satu cara untuk mengabadikan gagasan sekaligus menyampaikan cerita kepada orang lain.

Kepala MAN 1 Kulon Progo, Farida Rahmawati, S.Pd., M.Pd., mengapresiasi karya dan inisiatif Catherina yang telah menyerahkan novel hasil karyanya kepada madrasah.

“Kami sangat mengapresiasi karya Catherina. Ini adalah bukti bahwa peserta didik MANSAKU memiliki potensi dan kreativitas yang luar biasa. Karya seperti ini perlu diapresiasi dan didukung agar semakin banyak anak yang berani berkarya,” ujar Farida.

Menurut Farida, budaya literasi tidak berhenti pada aktivitas membaca. Kemampuan menghasilkan karya juga merupakan bagian penting dalam membangun ekosistem literasi di madrasah.

“Ketika peserta didik mulai membaca, kemudian tergerak untuk menulis dan menghasilkan karya, di situlah budaya literasi benar-benar tumbuh. Kami berharap novel ini dapat menjadi inspirasi bagi peserta didik lainnya untuk mengikuti jejak Catherina,” tambahnya.

Penyerahan novel dalam rangkaian upacara Senin tersebut menjadi momentum positif bagi MAN 1 Kulon Progo dalam memberikan ruang apresiasi terhadap karya peserta didik. Novel Tahta, Air Mata dan Aurellion selanjutnya dapat menjadi bagian dari koleksi bacaan madrasah dan diharapkan mampu menambah warna dalam khazanah literasi Taman Pustaka MANSAKU.

Melalui karya dan apresiasi tersebut, MANSAKU terus mendorong peserta didik untuk tidak hanya menjadi pembaca yang aktif, tetapi juga menjadi penulis dan kreator yang mampu menghasilkan karya bermakna. (akh)

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *