Dikpora Kulon Progo Apresiasi Potensi Seni dan Olahraga MTsN 4 Kulon Progo

Kulon Progo (MTsN 4 KP) – Perkembangan MTsN 4 Kulon Progo dalam bidang olahraga dan seni budaya mendapat perhatian khusus dari Kepala Dinas Kebudayaan dan Olahraga, melalui Ketua PBVSI  Kabupaten Kulon Progo, Dr. Joko Mursito, S.Sn., M.A. Hal tersebut disampaikan saat melakukan kunjungan ke MTs Negeri 4 Kulon Progo, Rabu (16/9/2026).

Dalam kunjungan tersebut, Joko Mursito menyampaikan apresiasi terhadap berbagai capaian yang telah ditorehkan murid MTsN 4 Kulon Progo, khususnya pada bidang bola voli dan karawitan. “Dari Dinas Kebudayaan ada perhatian khusus terhadap prestasi voli dan karawitan di MTs Negeri 4 Kulon Progo,” ungkap Joko Mursito. Ia juga menyampaikan peluang dukungan sarana untuk pengembangan seni karawitan di MTsN 4 Kulon Progo. Ia menyampaikan bahwa bukan tidak mungkin Dinas Kebudayaan memberikan bantuan berupa seperangkat gamelan sebagai salah satu upaya mendorong dan memotivasi murid untuk terus mencintai serta melestarikan budaya Jawa.

Wacana tersebut sekaligus menjadi bagian dari semangat nguri-uri kabudayan Jawa, sejalan dengan program pelestarian kebudayaan yang dikembangkan di Daerah Istimewa Yogyakarta di bawah kepemimpinan Ngarso Dalem Sri Sultan Hamengku Buwono X. Selain karawitan, Joko Mursito juga memberikan perhatian terhadap pengembangan seni tari. Ia menilai madrasah memiliki guru tari yang profesional, sehingga potensi pengembangan seni tari di madrasah sangat terbuka untuk terus dikembangkan.

Apresiasi tersebut menjadi motivasi tersendiri bagi Ika Tri Wahyuni, guru Seni Budaya MTs Negeri 4 Kulon Progo, untuk terus memberikan pendampingan dan pembinaan kepada murid. Joko berharap kemampuan dan profesionalitas guru seni dapat menjadi kekuatan dalam mencetak generasi muda yang tidak hanya memiliki kemampuan seni, tetapi juga memiliki kecintaan terhadap budaya daerah.

Keberadaan Kelas Khusus Seni-Bahasa dan Sastra (KKS-BS) di MTs Negeri 4 Kulon Progo menjadi salah satu ruang strategis untuk mengembangkan potensi tersebut. Melalui pembinaan yang berkelanjutan, murid diharapkan memiliki kesempatan untuk mengenal, mempelajari, mengembangkan, sekaligus melestarikan seni dan budaya Jawa. (amb)

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *