Kasi Bimas Islam Kemenag Kulon Progo Apresiasi Kolaborasi Integratif KUA Pengasih dan Puskesmas Pengasih II

Kulon Progo (KUA Pengasih) – Rangkaian kegiatan sinergi lintas sektoral antara KUA Pengasih dan Puskesmas Pengasih II di GOR Aryaseta SMKN 2 Pengasih resmi berakhir pada hari ketiga, Rabu (2/9/2026). Di hari terakhir pelaksanaan ini, tim berhasil menjangkau pemeriksaan Cek Kesehatan Gratis (CKG) untuk 7 kelas dengan total 38 layanan konsultasi dan konseling keagamaan.

Dengan selesainya seluruh rangkaian selama tiga hari pelaksanaan, tercatat akumulasi capaian program mencapai 35 kelas yang terlayani pemeriksaan fisik CKG serta 181 layanan konsultasi dan konseling keagamaan yang ditangani langsung oleh para Penyuluh Agama Islam KUA Pengasih.

Jalannya kegiatan di hari terakhir ini turut dipantau langsung oleh Kasi Bimas Islam Kemenag Kabupaten Kulon Progo, M. Qomaruzzaman, S.Ag, M.S.I. Beliau hadir meninjau seluruh proses pelayanan sekaligus memberikan apresiasi tinggi atas inisiatif kolaboratif yang terjalin erat di lapangan.

“Kami sangat mengapresiasi inovasi dan sinergi lintas sektoral yang ditunjukkan oleh KUA Pengasih bersama Puskesmas Pengasih II dan SMKN 2 Pengasih. Kegiatan ini menjadi model pendampingan remaja yang sangat ideal, di mana pembinaan spiritual melalui penyuluh agama terintegrasi langsung dengan penanganan kesehatan medis,” ujar M. Qomaruzzaman di sela-sela pemantauan.

Hasil akhir dari kegiatan ini menyimpulkan betapa pentingnya deteksi dini serta intervensi berkesinambungan bagi remaja. Keberadaan posko konseling di lokasi CKG terbukti efektif memberikan ruang aman bagi para pelajar untuk merespons dan mengkonsultasikan berbagai dinamika psikologis, sosial, maupun spiritual yang terindikasi dari hasil penapisan kesehatan.

Kepala Puskesmas Pengasih 2, dr. Yusniar Ridani, menyampaikan rasa syukurnya atas kelancaran dan dampak positif dari kolaborasi ini. “Dari hasil pemeriksaan tiga hari ini, kita melihat betapa pentingnya penapisan kesehatan secara menyeluruh bagi remaja usia sekolah. Kesehatan fisik sangat berkorelasi dengan kondisi mental mereka. Sinergi bersama KUA Pengasih memungkinkan penanganan masalah kesehatan siswa dilakukan secara komprehensif dari sisi medis sekaligus psikososial,” ungkap dr. Yusniar.

Senada dengan hal tersebut, Kepala KUA Pengasih, Yusma Alam Rangga H., S.H.I., M.S.I., menegaskan bahwa keberhasilan capaian 181 layanan konseling keagamaan menjadi bukti nyata tingginya kebutuhan pendampingan moral dan mental bagi pelajar.

“Tercapainya 181 layanan konseling selama tiga hari ini membuktikan bahwa pendekatan spiritual dan keagamaan sangat dibutuhkan untuk merespons keluhan serta permasalahan para siswa. Seluruh hasil perangkuman konseling ini akan menjadi bahan kajian penting bagi guru BK sekolah untuk tindak lanjut pendampingan. KUA Pengasih berkomitmen untuk terus merawat sinergi ini demi mencetak generasi muda yang sehat jasmani, matang secara emosional, dan kuat secara spiritual,” tegas Rangga.

Melalui integrasi data antara Puskesmas, KUA, dan Tim BK SMKN 2 Pengasih, hasil kegiatan ini diharapkan menjadi pijakan utama dalam menyusun program pembinaan karakter dan kesehatan siswa yang lebih tepat sasaran di masa mendatang.(lua/mel)

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *