Kolaborasi Hijau, MAN 3 KP Dampingi SD Negeri 3 Donomerto

Kulon Progo (MAN 3 KP) – Komitmen MAN 3 Kulon Progo menuju Adiwiyata Mandiri terus diwujudkan melalui kegiatan pendampingan kepada sekolah mitra. Kali ini, MAN 3 Kulon Progo bersama perwakilan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Kulon Progo memberikan pendampingan Adiwiyata kepada SD Negeri 3 Donomerto sebagai upaya membantu sekolah dalam mempersiapkan program menuju Adiwiyata Kabupaten yang dilaksanakan pada Kamis (10/9/2026).
Kegiatan pendampingan tersebut diikuti Ketua Adiwiyata MAN 3 Kulon Progo, Tri Handayani, S.Pd., M.Pd., dan Nur Ridho,S.Pd bersama tim Adiwiyata.
Rombongan juga didampingi Heny Rindayati, perwakilan DLH Kabupaten Kulon Progo, dan disambut Kepala SD Negeri 3 Donomerto, Agus Nugroho Santoso, S.Pd.AUD., beserta tim sekolah.
Kepala SD Negeri 3 Donomerto, Agus Nugroho Santoso, S.Pd.AUD., menyampaikan apresiasi atas kedatangan MAN 3 Kulon Progo dan DLH Kabupaten Kulon Progo yang memberikan pendampingan bagi sekolahnya. Ia berharap kegiatan tersebut dapat memberikan arahan dan pengalaman dalam mempersiapkan berbagai program Adiwiyata. “Selamat datang kepada tim MAN 3 Kulon Progo dan DLH Kabupaten Kulon Progo. Kami mengucapkan terima kasih atas pendampingan yang diberikan. Kami mohon bimbingan dan arahan agar SD Negeri 3 Donomerto dapat mempersiapkan diri menuju Adiwiyata Kabupaten,” ungkapnya.
Sementara itu, Nur Ridho menjelaskan bahwa pendampingan tersebut merupakan bagian dari tindak lanjut MAN 3 Kulon Progo dalam mempersiapkan diri menuju Adiwiyata Mandiri. Pengalaman yang telah diperoleh MAN 3 Kulon Progo dalam mengikuti program Adiwiyata menjadi bekal untuk berbagi praktik baik kepada sekolah lain.
Menurutnya, proses menuju Adiwiyata membutuhkan persiapan yang dilakukan secara bertahap dan melibatkan seluruh warga sekolah. Berbagai program tidak hanya perlu direncanakan, tetapi juga dilaksanakan secara nyata serta didukung dengan dokumentasi dan eviden yang sesuai.
“Pendampingan ini menjadi kesempatan bagi kami untuk berbagi pengalaman dan praktik baik yang telah dilakukan di MAN 3 Kulon Progo. Tentu setiap sekolah memiliki kondisi dan potensi yang berbeda, sehingga program yang ada dapat disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing sekolah,” jelas ridho.
Lebih lanjut, Heny Rindayati dari DLH Kabupaten Kulon Progo memaparkan berbagai hal yang berkaitan dengan pelaksanaan program Adiwiyata. Materi pendampingan mencakup pemahaman mengenai program Adiwiyata, langkah-langkah yang perlu dipersiapkan sekolah, keterlibatan warga sekolah, pelaksanaan kegiatan peduli lingkungan, hingga pentingnya dokumentasi sebagai eviden setiap kegiatan.
Heny juga memberikan masukan berdasarkan pengalaman dalam mendampingi berbagai sekolah yang mengikuti program Adiwiyata. Menurutnya, sekolah perlu membangun kebiasaan peduli dan berbudaya lingkungan secara konsisten agar program yang disusun tidak berhenti pada kelengkapan administrasi.
“Adiwiyata bukan hanya tentang menyiapkan dokumen, tetapi yang paling penting adalah bagaimana program tersebut benar-benar dilaksanakan dan menjadi budaya di lingkungan sekolah. Karena itu, setiap kegiatan perlu direncanakan, dilaksanakan, didokumentasikan, dan dilakukan secara berkelanjutan,” tutur Heny.
Dalam kegiatan tersebut, tim MAN 3 Kulon Progo, yang dipaparkan oleh Tri Handayani, juga berbagi pengalaman mengenai berbagai program yang telah dilaksanakan di madrasah. Praktik baik yang dibagikan meliputi pengelolaan lingkungan, pengolahan sampah, kegiatan literasi lingkungan, keterlibatan siswa, serta pembagian peran warga madrasah dalam mendukung terwujudnya lingkungan yang bersih, sehat, dan berkelanjutan.
Selain pemaparan materi, kegiatan berlangsung interaktif melalui diskusi dan tanya jawab. Tim SD Negeri 3 Donomerto menyampaikan berbagai hal yang masih menjadi kendala dalam mempersiapkan program Adiwiyata, kemudian mendapatkan masukan dari tim MAN 3 Kulon Progo dan DLH Kabupaten Kulon Progo.
Heny Rindayati juga menghendaki agar kegiatan pendampingan tidak berhenti pada pertemuan tersebut. Ia berharap dapat dilakukan pertemuan lanjutan untuk melihat perkembangan dan progres yang telah dilakukan SD Negeri 3 Donomerto dalam mempersiapkan diri menuju Adiwiyata Kabupaten. Pertemuan berikutnya diharapkan menjadi ruang evaluasi sekaligus memberikan arahan terhadap program yang masih perlu diperbaiki dan dikembangkan.
“Setelah ini kami berharap ada pertemuan kembali untuk melihat progres yang sudah dilakukan SD Negeri 3 Donomerto. Dari perkembangan tersebut, nantinya dapat diketahui apa saja yang sudah berjalan dan bagian mana yang masih perlu mendapatkan pendampingan dalam menuju Adiwiyata Kabupaten,” tambah Heny.
Kegiatan pendampingan tersebut menjadi bagian dari semangat kolaborasi antarlembaga dalam membangun budaya peduli lingkungan sejak jenjang pendidikan dasar. Bagi MAN 3 Kulon Progo, berbagi pengalaman dengan sekolah lain juga menjadi proses belajar bersama untuk terus memperkuat gerakan peduli dan berbudaya lingkungan.
Melalui pendampingan yang dilakukan secara berkelanjutan, diharapkan SD Negeri 3 Donomerto semakin siap dalam memenuhi berbagai tahapan menuju Adiwiyata Kabupaten. Sementara bagi MAN 3 Kulon Progo, kegiatan tersebut menjadi salah satu langkah nyata dalam memenuhi komitmen menuju Adiwiyata Mandiri dengan mendampingi sekolah lain dan memperluas praktik baik kepedulian terhadap lingkungan. (shi)



Leave a Reply
Want to join the discussion?Feel free to contribute!