KUA Lendah Giatkan Moderasi Beragama, Ungkap Urgensitas Bekal Akhirat

Kulon Progo (KUA Lendah) — Penyuluh Agama Islam KUA Kapanewon Lendah, Mujahidin dan Alfaenawan, menyampaikan tausiah tentang pentingnya mempersiapkan bekal kehidupan akhirat di Musala Kapanewon Lendah, Selasa (15/9/2026) pagi.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program KUA Berdampak yang memberikan penguatan keagamaan langsung kepada masyarakat.

“Imam Al-Gazali pernah berkata bahwa hal yang paling dekat dengan kita adalah kematian. Kematian bisa terjadi kapan saja, di mana saja, bahkan di luar prediksi yang lazim. Pada prinsipnya kita dianjurkan untuk beramal saleh dan tidak menunda-nunda kebaikan,” ujar Mujahidin.

Ia menambahkan bahwa modal untuk akhirat bukanlah uang, harta, atau perhiasan, melainkan amal saleh dan pahala ibadah.

Alfaenawan menambahkan penjelasan mengenai tanda-tanda kematian yang dapat diamati.

“Apabila seseorang akan meninggal, ada beberapa tanda yang bisa kita amati, biasanya ia berbicara ngelantur, menunjukkan tingkah laku yang janggal, dan bermimpi bertemu saudaranya yang sudah meninggal lebih dulu. Apabila sudah menemui tanda-tanda tersebut, hendaknya kita bersiap diri, memperbanyak istigfar agar dosa diampuni, serta memperbanyak zikir agar senantiasa mengingat Allah,” ujarnya.

Para jemaah tampak antusias mengikuti sesi diskusi dalam kegiatan ini.

Kepala KUA Lendah, Zamroni, S.Ag., M.S.I., mendukung sinergi KUA dengan Kapanewon Lendah.

“Kami mendukung kolaborasi KUA dengan Kapanewon ini. Kami berharap tausiah ini dapat menambah kesadaran kita sebagai aparatur negara untuk senantiasa meningkatkan diri serta saling mengingatkan dalam kebaikan,” ujar Zamroni. (alf/ags/mel)

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *