Perkuat Kesejahteraan Mental dan Sosial KPM, KUA Pengasih dan PKH Gelar Pertemuan At Tazkiyah P2K2 di Karangsari

Kulon Progo (KUA Pengasih)— Synergy pelayanan keagamaan dan pendampingan sosial kembali ditunjukkan oleh Kantor Urusan Agama (KUA) Pengasih bersama Pendamping Program Keluarga Harapan (PKH). Kolaborasi ini diwujudkan dalam Pertemuan P2K2 (Pertemuan Peningkatan Kapasitas Keluarga) dan Bimbingan Rohani “At Tazkiyah” yang berlangsung pada Rabu (23/9/2026) pukul 10.00 WIB bertempat di kediaman Sumarti, Kopat RT 07, Karangsari, Pengasih.

Kegiatan rutin ini dihadiri oleh para Keluarga Penerima Manfaat (KPM) PKH setempat. Dalam sesi pendampingan sosial, Pendamping PKH, Emi Listiawati, S.Pd., melakukan koordinasi terkait sinkronisasi data serta pengawasan (monitoring) penerimaan bantuan sosial agar tepat sasaran dan memberikan dampak kesejahteraan yang optimal bagi para KPM.

Sementara itu, Penyuluh Agama Islam KUA Pengasih, Muhammad Munawir, S.Ag., menyampaikan pencerahan keagamaan bertajuk “8 Jenis Rezeki yang Disebutkan dalam Al-Qur’an”. Dalam tausiyahnya, ia menekankan bahwa rezeki dalam pandangan Islam tidak terbatas pada harta atau materi semata, melainkan mencakup kesehatan, ilmu, anak yang saleh, hingga ketenangan jiwa.

“Pemahaman yang benar tentang rezeki sangat penting untuk membentuk sikap hidup yang senantiasa bersyukur, tawakal, dan terus berikhtiar tanpa perlu merasa cemas,” papar Muhammad Munawir di hadapan para peserta.

Dalam paparan materinya, Muhammad Munawir mengurai 8 konsep rezeki berdasarkan petunjuk Al-Qur’an: Satu; Rezeki yang Telah Dijamin: Allah telah menjamin rezeki setiap makhluk hidup di bumi, sebagaimana tertuang dalam QS. Hud ayat 6. Dua; Rezeki Karena Usaha: Hasil yang didapat sebanding dengan ikhtiar dan kerja keras seseorang (QS. An-Najm: 39).

Tiga; Rezeki Karena Bersyukur: Allah berjanji akan menambah nikmat bagi hamba-Nya yang pandai bersyukur (QS. Ibrahim: 7). Empat; Rezeki Tak Terduga: Pintu rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka khusus bagi orang-orang yang bertakwa (QS. At-Talaq: 2-3). Lima; Rezeki Karena Istighfar: Memohon ampunan Allah menjadi pembuka pintu keberkahan dan kelapangan rezeki (QS. Nuh: 10-11).

Enam; Rezeki Karena Sedekah/Infak: Menginfakkan harta di jalan Allah (termasuk memenuhi kebutuhan keluarga) akan dilipatgandakan balasannya oleh Allah. Tujuh; Rezeki Karena Anak: Allah menjamin rezeki bagi setiap anak, sehingga tidak perlu takut miskin dalam membesarkan mereka (QS. Al-Isra’: 31). Delapan; Rezeki Karena Menikah: Pernikahan yang diniatkan karena Allah menjadi sarana pembuka kecukupan karunia-Nya (QS. An-Nur: 32).

Melalui perpaduan bimbingan spiritual dan pendampingan ekonomi sosial ini, para KPM PKH diharapkan tidak hanya mandiri secara finansial, tetapi juga memiliki ketahanan mental dan spiritual yang kokoh dalam menghadapi berbagai dinamika kehidupan.(lua/mel)

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *