Perkokoh Harmonisasi Umat, KUA Pengasih Gelar Penguatan Moderasi Beragama di Kedungsari

Kulon Progo (KUA Pengasih) — Kantor Urusan Agama (KUA) Pengasih terus berkomitmen merawat toleransi dan kerukunan antarumat beragama di wilayahnya. Hal ini dibuktikan melalui digelarnya kegiatan Penguatan Moderasi Beragama dan Dialog Kerukunan di Kampung Moderasi Beragama Kalurahan Kedungsari pada Rabu (23/9/2026).

Kegiatan yang berlangsung hangat dan penuh kekeluargaan ini dihadiri oleh 30 peserta dari berbagai unsur keagamaan, meliputi para Kaum Rois (Rohaniawan Islam), Rohaniawan Katolik (Rokat), serta Rohaniawan Kristen (Rokhis).

Jalannya acara dipandu secara interaktif oleh Kamituwa Kedungsari, Dwi Karyati. Dalam sambutannya, Lurah Kedungsari, Sukardi, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya serta ucapan terima kasih atas terselenggaranya kegiatan ini. Ia menegaskan bahwa masyarakat Kedungsari selama ini telah menjalankan prinsip-prinsip moderasi beragama dalam kehidupan sehari-hari dengan sangat baik.

Hadir sebagai narasumber, Mukhyidin, S.Kom., memaparkan materi mendalam terkait penguatan Moderasi Beragama berbasis empat indikator utama, yaitu: Satu; Komitmen Kebangsaan: Penerimaan dan penghormatan terhadap prinsip-prinsip berbangsa yang tertuang dalam Pancasila dan UUD 1945. Dua; Toleransi: Sikap saling menghargai, memberi ruang, dan menghormati hak orang lain dalam menjalankan keyakinannya tanpa diskriminasi. Tiga; Anti-Kekerasan: Menolak segala bentuk tindak kekerasan, baik secara fisik maupun verbal, atas nama agama. Empat; Akomodatif terhadap Kebudayaan Lokal: Ramah dan terbuka terhadap tradisi serta budaya lokal yang tidak bertentangan dengan nilai-nilai agama.

Sementara itu, Luazizah, S.H.I., memberikan penguatan bahwa Kampung Moderasi Kedungsari telah menjadi percontohan nyata dari wujud harmonisasi. Menurutnya, kerukunan di Kedungsari bukan sekadar wacana, melainkan sudah terwujud secara nyata di tengah masyarakat tanpa saling membeda-bedakan keyakinan.

Kepala KUA Pengasih, Yusma Alam Rangga, S.H.I., M.S.I., menegaskan pentingnya menjaga konsistensi nilai-nilai moderasi di tingkat bawah. “Kampung Moderasi Kalurahan Kedungsari adalah pilar penting dalam merawat keberagaman di wilayah Pengasih. Sinergi antara Kaum Rois, Rohaniawan Katolik, dan Rohaniawan Kristen dalam satu forum ini menjadi bukti nyata bahwa perbedaan keyakinan bukan sekat, melainkan kekayaan untuk saling menguatkan. Kami berharap nilai-nilai moderasi ini terus mengakar kuat demi terciptanya masyarakat yang damai, rukun, dan harmonis,” ujar Yusma Alam Rangga.(lua/mel)

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *