Perkuat Muslim Inklusif, Penyuluh Agama KUA Lendah Paparkan Kajian

Kulon Progo (KUA Lendah) — Penyuluh Agama Islam KUA Lendah, Mujahidin, Siti Fauziyah, Agus Prasmono, Alfaenawan, dan Jazuah, menyampaikan materi tentang pentingnya sikap muslim inklusif di Musala Kapanewon Lendah, Selasa (1/9/2026) pukul 08.00 WIB. Kegiatan ini merupakan program rutin yang dilaksanakan setiap Selasa pagi.

Hadir sebagai narasumber, Alfaenawan, S.H., menguraikan latar belakang pentingnya menjadi pribadi yang inklusif.

“Masyarakat kita merupakan masyarakat yang plural — ada perbedaan latar belakang, organisasi, pandangan, dan keragaman agama. Bahkan bukan hanya perbedaan antaragama, tetapi juga dalam internal Islam terdapat banyak perbedaan pandangan dan variasi paham aliran keagamaan,” ujar Alfaenawan.

Ia menjelaskan bahwa dalam paradigma moderasi beragama terdapat empat elemen pokok, yaitu tawasuth (moderat), tasamuh (toleransi), ta’adul (keadilan), dan tawazun (keseimbangan).

“Kita harus bersikap toleran dan menghargai perbedaan yang ada dalam masyarakat,” paparnya.

Alfaenawan juga menjelaskan bahwa keberagaman dalam internal umat Islam muncul karena perbedaan dalam menggunakan dan memahami teks keagamaan. Sebagai contoh, ia menyebutkan perbedaan metode hisab yang berdasarkan Al-Qur’an dan metode rukyat yang berdasarkan hadis Nabi dalam penentuan hilal, serta perbedaan penafsiran terhadap ayat yang sama karena sifatnya yang musytarak.

Kegiatan ini berlangsung dalam beberapa tahap, yaitu tadarus, kultum, dan diskusi interaktif, sehingga jemaah memiliki ruang untuk bertanya, berpendapat, dan berdiskusi bersama pemantik. Para jemaah tampak antusias mengikuti sesi diskusi dalam kegiatan ini.

Kepala KUA Lendah, Zamroni, S.Ag., M.S.I., mengapresiasi sinergi KUA dengan Kapanewon Lendah.

“Kami mendukung kolaborasi KUA dengan Kapanewon ini. Kami berharap penguatan muslim inklusif dapat menambah kesadaran kita sebagai aparatur negara untuk senantiasa menjaga kerukunan antarumat, peduli terhadap multikulturalisme, serta saling mengingatkan dalam kebaikan,” ujar Zamroni. (alf/mel)

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *