Tangkas di Era Digital, KUA Nanggulan dan SMP Muhammadiyah 2 Kalibawang Perkuat Karakter Anak

Kulon Progo (KUA Nanggulan) — Menghadapi gempuran teknologi yang kian masif, Kantor Urusan Agama (KUA) Kapanewon Nanggulan berkolaborasi dengan SMP Muhammadiyah 2 Kalibawang menggelar seminar parenting edukatif di aula sekolah, pada Jumat (4/9/2026). Sinergi ini dihadiri oleh jajaran wali murid guna memperkuat pengawasan tumbuh kembang remaja dari ancaman dunia maya.

Kepala KUA Kapanewon Nanggulan, Jemino, S.H.I., M.H.I., menegaskan bahwa pendidikan karakter berawal dari rumah. Ia mengajak orang tua untuk lebih aktif mendampingi anak-anak dalam menggunakan teknologi.

“Anak-anak adalah amanah yang harus kita jaga. Di era digital ini, peran orang tua sangat penting dalam mengawasi dan membimbing anak agar tidak terjerumus ke hal-hal negatif,” ujar Jemino.

Senada dengan itu, Kepala SMP Muhammadiyah 2 Kalibawang, Eni Nurhayati, S.Pd., menyampaikan bahwa gawai ibarat pisau bermata dua—bisa mendorong prestasi atau justru merusak masa depan jika tanpa pendampingan.

“Teknologi bisa menjadi sarana belajar yang sangat efektif, namun membawa risiko besar bila salah arah. Oleh karena itu, peran aktif orang tua sangat dibutuhkan,” ujar Eni. Ia juga memberikan apresiasi tinggi kepada para siswa berprestasi serta memotivasi murid lainnya untuk pantang menyerah meniti cita-cita.

Penyuluh Agama Islam KUA Nanggulan, Bandar Nurul Baihaqi, S.Sos.I., yang menjadi pemateri utama, membagikan 10 Nasihat Emas dalam pengasuhan digital. Sepuluh pilar tersebut meliputi senantiasa bersyukur dan menjauhi syirik, taat serta berbakti kepada orang tua dan guru, menanamkan rasa muraqabah (merasa selalu diawasi Allah SWT), menjaga kedisiplinan salat, menegakkan amar makruf nahi mungkar, melatih kesabaran dalam menghadapi tantangan, menjauhi sifat sombong dan membiasakan rendah hati, serta bertutur kata dan berperilaku lemah lembut.

“Pengasuhan digital bukan hanya tentang membatasi waktu layar, tetapi juga menanamkan nilai-nilai agama dan karakter kuat dalam diri anak,” ujar Bandar.

Ketua Komite Sekolah, H. Sudarmin, turut mengimbau para siswa agar memanfaatkan waktu secara bijak dan produktif. “Jadikan teknologi sebagai teman belajar, bukan sebagai penghalang prestasi,” pesannya.

Antusiasme wali murid terlihat dari diskusi interaktif yang membahas solusi atas kecanduan game online, cyberbullying, hingga bahaya konten negatif. Kegiatan diakhiri dengan komitmen bersama antara sekolah dan orang tua untuk menciptakan lingkungan belajar yang aman, sehat, dan berakhlak mulia. (cho/mel)

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *