Tidak Sekadar Melek Teknologi, Guru MANSAKU Perdalam Fikih Digital

Bantul (MAN 1 KP) — Pesatnya perkembangan teknologi digital melahirkan berbagai bentuk transaksi dan interaksi baru yang menuntut pemahaman fikih yang semakin kontekstual. Menjawab tantangan tersebut, guru MAN 1 Kulon Progo (MANSAKU), Mustafid Enukhad, S.Ag., M.S.I., mengikuti pertemuan rutin Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) yang mengangkat penguatan literasi fikih digital dan pemahaman muamalah kontemporer, Rabu (9/9/2026), di Aula MAN 4 Bantul.

Pertemuan rutin MGMP tersebut menghadirkan Mu’tashim Billah, S.H.I., M.H., dari UIN Sunan Kalijaga sebagai narasumber. Ia memaparkan materi bertajuk “Fiqh Digital Insight: Penguatan Literasi Muamalah Kontemporer di Era Digital.”

Materi yang disampaikan mengajak para guru untuk memahami berbagai persoalan muamalah yang berkembang seiring pesatnya transformasi teknologi. Transaksi daring, pembayaran digital, perdagangan melalui platform elektronik, hingga beragam aktivitas ekonomi berbasis teknologi menjadi bagian dari kehidupan masyarakat yang perlu dipahami tidak hanya dari sisi teknis, tetapi juga berdasarkan prinsip-prinsip hukum Islam.

Keikutsertaan guru MANSAKU dalam forum MGMP ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan kompetensi profesional sekaligus memperluas wawasan keilmuan. Mustafid Enukhad, S.Ag., M.S.I., mengikuti kegiatan tersebut sebagai bagian dari pengembangan kompetensi guru agar mampu merespons perkembangan persoalan fikih yang semakin dinamis di era digital.

Kepala MAN 1 Kulon Progo, Farida Rahmawati, S.Pd., M.Pd., mengapresiasi kegiatan MGMP yang dinilainya penting untuk meningkatkan kapasitas guru sekaligus menjaga relevansi pembelajaran dengan perkembangan kehidupan masyarakat.

“Guru harus terus belajar dan memperbarui wawasan agar pembelajaran yang diberikan kepada peserta didik tetap relevan dengan perkembangan zaman. Di era digital, persoalan muamalah berkembang sangat dinamis sehingga literasi fikih digital menjadi bagian penting dalam membekali peserta didik,” ujar Farida.
Menurutnya, guru memiliki peran strategis dalam membimbing peserta didik agar mampu memanfaatkan teknologi secara cerdas, bertanggung jawab, dan tetap berlandaskan nilai-nilai Islam.

“Kami berharap kegiatan MGMP tidak berhenti pada peningkatan pengetahuan guru, tetapi juga memberikan dampak nyata terhadap kualitas pembelajaran di madrasah. Guru diharapkan mampu mengajak peserta didik berpikir kritis, memahami prinsip-prinsip syariat, dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari, termasuk ketika beraktivitas di ruang digital,” lanjutnya.

Melalui pertemuan rutin tersebut, guru MANSAKU diharapkan semakin siap menghadapi perubahan dan perkembangan persoalan keagamaan di tengah masyarakat digital. Penguatan literasi fikih digital menjadi langkah penting agar pembelajaran di madrasah tetap aktual, kontekstual, dan mampu menjawab kebutuhan peserta didik tanpa meninggalkan prinsip-prinsip ajaran Islam. (akh)

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *