Upaya Pengentasan Kemiskinan: KUA Pengasih dan PKH Soropadan Edukasi Mentalitas Positif dan Pastikan Bantuan Tepat Sasaran
Kulon Progo (KUA Pengasih) – KUA Pengasih bersama Pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) kembali menggelar kegiatan silaturahmi dan edukasi Az-Ziyadah bagi warga Keluarga Penerima Manfaat (KPM). Pertemuan ini dilaksanakan pada Kamis (3/9/2026) bertempat di kediaman Legiyem, Padukuhan Soropadan, Kalurahan Tawangsari, Kapanewon Pengasih.
Dalam kesempatan tersebut, Penyuluh Agama Islam KUA Pengasih, Muhammad Munawir, S.Ag., memberikan penyuluhan keagamaan yang berfokus pada penguatan mentalitas warga. Beliau menyoroti beberapa pola pikir dan mental negatif yang sering kali menjadi penghambat seseorang untuk keluar dari jerat kemiskinan.
Muhammad Munawir memaparkan enam pola mental yang harus dihindari oleh setiap individu, yaitu: Pertama; Tidak Mandiri: Cenderung bergantung pada bantuan orang lain tanpa mau berusaha lebih keras. Kedua; Selalu Merasa Kurang: Tidak pernah merasa cukup dengan apa yang dimiliki. Ketiga; Kufur Nikmat (Tak Bersyukur): Mengabaikan rezeki kecil yang telah diterima.
Ke empat; Iri Hati: Menaruh dengki terhadap kenikmatan atau keberhasilan orang lain. Kelima; Enggan Mengembangkan Diri: Menolak belajar keterampilan baru dan tidak mau keluar dari zona nyaman. Ke-enam; Terjebak Keinginan Kaya Intan (Instan): Tergiur jalan pintas hingga mudah tertipu tawaran investasi bodong atau terjerumus dalam perjudian.
“Perubahan nasib berawal dari perubahan cara pandang dan mentalitas. Agama mengajarkan kita untuk ikhtiar, bersyukur, dan menjauhi sifat iri serta jalan pintas yang merusak seperti judi. Bantuan pemerintah adalah pemicu, namun semangat untuk mandiri dialah kunci utamanya,” tegas Muhammad Munawir.
Di saat yang sama, Pendamping PKH Kapanewon Pengasih, Emi Listiawati, S.Pd., fokus melaksanakan proses rekapitulasi dan rekonsiliasi data penyaluran bantuan sosial. Langkah ini dilakukan guna mencocokkan data penerima antara Dinas Sosial dan pendamping di lapangan. “Rekonsiliasi data ini sangat krusial untuk memastikan bahwa seluruh bantuan sosial disalurkan secara transparan, akuntabel, dan benar-benar tepat sasaran kepada warga yang membutuhkan,” jelas Emi Listiawati.
Menanggapi kolaborasi kegiatan Az-Ziyadah ini, Kepala KUA Pengasih, Yusma Alam Rangga, S.H.I., M.S.I., memberikan tanggapan dan apresiasi mendalam atas konsistensi pembinaan bagi masyarakat. “Pengentasan kemiskinan tidak hanya menyentuh aspek finansial dan validasi data semata, tetapi juga mental spiritualnya. KUA Pengasih mendukung penuh sinergi ini agar masyarakat tidak hanya terbantu secara ekonomi melalui PKH, tetapi juga terbangun jiwa yang mandiri, berakhlak mulia, dan tangguh secara mental,” ungkap Rangga.
Pertemuan berlangsung secara interaktif dan khidmat, ditutup dengan doa bersama untuk keberkahan serta kemandirian ekonomi warga Soropadan.(lua/mel)




Leave a Reply
Want to join the discussion?Feel free to contribute!