Wujudkan Paradigma Baru, KUA Samigaluh Bertransformasi Jadi Pusat Layanan Umat melalui “Sahabat Keluarga CERIA”
Kulon Progo (KUA Samigaluh) — Kantor Urusan Agama (KUA) kini tengah menjalani transformasi besar. Tidak lagi sekadar berfungsi sebagai tempat pencatatan nikah, KUA didorong penuh untuk menjadi pusat layanan keagamaan yang inklusif, komprehensif, dan menjangkau seluruh lapisan masyarakat. Langkah strategis ini menjadi fokus utama dalam agenda koordinasi antara KUA Samigaluh dengan Tim Bidang Urusan Agama Islam (Urais) Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).
Ketua Tim Kepenghuluan dan Keluarga Sakinah Kanwil Kemenag DIY, Halili, menjelaskan bahwa transformasi layanan ini beriringan dengan paradigma baru dalam tata kelola sumber daya manusia di lingkungan Kementerian Agama. Berdasarkan regulasi terbaru, jabatan Kepala KUA tidak lagi dijabat secara eksklusif oleh Jabatan Fungsional Penghulu. Saat ini, Jabatan Fungsional Penyuluh Agama Islam berstatus PNS juga memiliki kesempatan dan kapasitas yang sama untuk memimpin KUA.
Aturan ini dipertegas dengan diterbitkannya Keputusan Menteri Agama (KMA) Nomor 1644 Tahun 2025 yang mengatur secara teknis mengenai persyaratan, mekanisme pengangkatan, masa jabatan, evaluasi, pemberhentian, hingga tugas tambahan Kepala KUA.
“Dengan regulasi yang lebih terbuka terhadap kompetensi ini, KUA Samigaluh yang kini dipimpin oleh Bapak Mukhlisin Purnomo-yang memiliki latar belakang sebagai Penyuluh Agama-diharapkan dapat tampil lebih maksimal. Fungsi KUA kini diperluas mencakup bimbingan keluarga, penyuluhan keagamaan, pengelolaan zakat dan wakaf, hingga fasilitasi layanan jaminan produk halal,” jelas Halili saat memberikan pembinaan.
Menanggapi hal tersebut, Kepala KUA Samigaluh, Mukhlisin Purnomo, menyambut hangat kedatangan dan pendampingan dari Tim I Kanwil Kemenag DIY. Pihaknya menegaskan kesiapan KUA Samigaluh untuk mengawal visi besar Kementerian Agama di tingkat kecamatan.
“Kami sangat berterima kasih atas support dan bimbingan dari Kanwil Kemenag DIY. Koordinasi ini menjadi pijakan kuat bagi KUA Samigaluh yang sedang bertransformasi ke arah yang lebih baik. Kami ingin KUA semakin membumi, dekat dengan warga, dan mampu memberikan pelayanan yang berdampak luas bagi masyarakat,” ungkap Mukhlisin.
Sebagai wujud nyata dari komitmen transformasi dan pelayanan publik yang inklusif tersebut, KUA Samigaluh mengusung tagline baru, yakni KUA Sahabat Keluarga CERIA (Cepat, Empati, Ramah, Inklusif, dan Amanah). Melalui semangat CERIA, KUA Samigaluh siap mendampingi masyarakat tidak hanya dalam urusan pernikahan, tetapi juga sebagai mitra andal dalam berbagai kebutuhan bimbingan keagamaan.(nur)



Leave a Reply
Want to join the discussion?Feel free to contribute!