Gema Pena di Atas Bara

Fara Miladya Aqila
Murid MTsN 6 Kulon Progo
Dulu, kata-kata lahir dari ruang-ruang remang,
Menyusun janji di atas tanah yang sedang meradang.
Satu nusa, satu bangsa, satu bahasa yang digenggam,
Menembus pekatnya malam, mengusir rasa bungkam.
Kini, kita berdiri di ambang zaman yang berbeda,
Bukan lagi bambu runcing yang harus kita jaga,
Melainkan jemari yang menari di atas layar bercahaya,
Dan pikiran liar yang menuntut arti merdeka.
Sumpah itu bukan sekadar teks usang di buku sejarah,
Bukan pula gema seremonial yang hilang setelah lelah.
Ia adalah nyala api yang terus berpindah ke dada,
Menolak tunduk pada putus asa dan rasa jemu yang ada.
Wahai jiwa-jiwa muda yang gelisah di persimpangan,
Bukan waktunya tenggelam dalam riuh kebingungan.
Satu langkah kecilmu hari ini, menjadi sauh negeri,
Menyalakan kembali makna sumpah yang takkan pernah mati.



Leave a Reply
Want to join the discussion?Feel free to contribute!