Guru MANSAKU Ikuti LANCIP, Perluas Wawasan Sastra dan Puisi Lintas Negara

Kulon Progo (MAN 1 KP) — Guru MAN 1 Kulon Progo, Nur Hidayati, S.Pd.I., mengikuti kegiatan LANCIP (Obrolan Seputar Puisi) bertema “Dari Perancis ke Indonesia: Membincang Puisi” yang digelar di Aula Kembang Soka, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Kulon Progo, Minggu (25/10/2026). Kegiatan ini menghadirkan Naning Scheid, penyair dan akademisi dari Belgia, serta Marwanto, pegiat literasi Indonesia, sebagai narasumber.

Kegiatan tersebut menjadi ruang diskusi dan pertukaran gagasan mengenai puisi, sastra, serta perkembangan tradisi kepenulisan lintas negara. Kehadiran narasumber dari latar belakang yang berbeda memberikan kesempatan bagi peserta untuk memperluas perspektif tentang puisi sebagai karya seni sekaligus medium ekspresi, refleksi, dan komunikasi budaya.

Partisipasi Nur Hidayati dalam kegiatan ini mencerminkan komitmen pendidik MAN 1 Kulon Progo untuk terus mengembangkan wawasan dan kompetensi literasi. Pengayaan pengetahuan tentang sastra diharapkan dapat mendukung pengembangan budaya membaca, apresiasi karya sastra, serta kreativitas berbahasa di lingkungan madrasah.

Kepala MAN 1 Kulon Progo, Farida Rahmawati, S.Pd., M.Pd., mengapresiasi keikutsertaan Nur Hidayati dalam forum literasi tersebut. Menurutnya, pengembangan kompetensi guru tidak hanya dilakukan melalui kegiatan formal di lingkungan pendidikan, tetapi juga melalui partisipasi aktif dalam forum diskusi, kebudayaan, dan kesastraan.

“Kami sangat mengapresiasi keikutsertaan Ibu Nur Hidayati dalam kegiatan LANCIP ini. Forum seperti ini menjadi kesempatan berharga bagi guru untuk memperluas wawasan, mengenal perspektif sastra yang beragam, serta memperkaya pengalaman literasi. Harapannya, pengetahuan yang diperoleh dapat dibagikan dan dikembangkan dalam pembelajaran di madrasah sehingga mampu menumbuhkan minat baca, kreativitas, dan kecintaan murid terhadap karya sastra,” tutur Farida.

Lebih lanjut, penguatan literasi merupakan bagian penting dalam membentuk generasi yang kritis, kreatif, dan mampu mengungkapkan gagasan secara santun. Puisi, sebagai salah satu bentuk karya sastra, dapat menjadi sarana bagi murid untuk mengasah kepekaan rasa, memperkaya kosakata, serta memahami beragam pengalaman dan sudut pandang kehidupan.

Melalui keikutsertaan dalam kegiatan LANCIP, MAN 1 Kulon Progo berharap semangat literasi semakin tumbuh di kalangan pendidik dan murid. Kegiatan ini sekaligus menjadi bagian dari upaya madrasah untuk membangun lingkungan pendidikan yang terbuka terhadap perkembangan ilmu pengetahuan, seni, budaya, dan pertukaran gagasan lintas negara. (nhd/eko)

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *