Guru MIN 2 Kulon Progo Hadiri Penguatan Madrasah Inklusif
Surakarta (MIN2KP) — Guru MIN 2 Kulon Progo Fitri Asmawati, S.Pd.I., M.Pd. menghadiri Kegiatan Penguatan Madrasah Inklusif yang berlangsung selama dua hari, Jumat-Sabtu (2-3/10/2026) di The Sunan Hotel Solo. Agenda tersebut untuk memperkuat ekosistem pendidikan ramah disabilitas. Kegiatan strategis ini digelar untuk mempercepat dan memperkuat implementasi sistem pendidikan yang ramah serta akomodatif bagi seluruh murid. Khususnya penyandang disabilitas di lingkungan madrasah.
Acara bergengsi ini dibuka secara resmi oleh Direktur KSKK Madrasah, Prof. Dr. Nyayu Khodijah, S.Ag., M.Si. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya komitmen bersama dalam mewujudkan madrasah yang tidak hanya unggul secara akademik. Tetapi juga humanis dan inklusif bagi semua kalangan.
Mengawali rangkaian acara, Kepala Bidang Pendidikan Madrasah Kanwil Kemenag Provinsi Jawa Tengah terlebih dahulu menyampaikan Laporan Penyelenggaraan Pendidikan Inklusif di wilayah Jawa Tengah.
Para peserta, mendapatkan pembekalan materi komprehensif dari sejumlah narasumber otoritatif di bidang pendidikan inklusif. Antara lain Penyelenggaraan Pendidikan Inklusif: Kasubdit Vokasi dan Inklusi, Dr. Anis Masykur, S.Ag., MA, memaparkan arah kebijakan dan standardisasi penyelenggaraan pendidikan inklusif di madrasah secara nasional. Tata Kelola dan Sinergi ULD: Ketua Forum Pendidik Madrasah Inklusi (FPMI) Pusat, Dr. Supriyono, mengupas tuntas tata kelola Unit Layanan Disabilitas (ULD) di Kantor Kementerian Agama dan madrasah dalam membangun ekosistem pendidikan yang ramah. Ia juga memperdalam materi mengenai pentingnya sinergi ULD dan Madrasah untuk menguatkan akses pendidikan inklusif di Kankemenag Kabupaten/Kota.

Selanjutnya Peran Bunda Inklusi, Hj. Ade Komariah Saiful Mujab. Ia menyampaikan materi penting mengenai peran strategis Bunda Inklusi dalam mendukung penuh keberhasilan program ini di lingkungan Kementerian Agama.
Akomodasi yang Layak oleh Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Semarang, H. Ta’yinul Biri Bagus Nugroho, S.Sos.I., M.Pd.I. Ia mengulas peran Kantor Kemenag dalam memfasilitasi sarana dan akomodasi yang layak bagi peserta didik penyandang disabilitas, serta Praktik baik Pengelolaan ULD KanKemenag Kabupaten Semarang.
Menjelang akhir rangkaian kegiatan, Ketua Tim Kelembagaan Jawa Tengah memimpin sesi krusial mengenai penyusunan rencana tindak lanjut. Sesi ini dirancang agar setiap peserta dapat merumuskan langkah konkret yang siap diimplementasikan secara nyata sekembalinya mereka ke instansi masing-masing.
Fitri mengungkapkan rasa senang mendapat kesempatan mengikuti kegiatan ini. “Kegiatan ini membuka wawasan kita semua bahwa pendidikan inklusif bukan sekadar program. Melainkan pemenuhan hak dasar anak. Sinergi antara ULD, Kemenag, dan pihak madrasah sangat krusial agar kita bisa memberikan akomodasi yang benar-benar layak bagi anak-anak berkebutuhan khusus. Semoga kita segera dapat merealisasikan ekosistem madrasah yang ramah, setara, dan tanpa diskriminasi,”ujarnya.
Kepala MIN 2 Kulon Progo, Hartati, S.Pd.I., M.Pd. mendukung sepenuhnya kegiatan yang diikuti oleh salah satu guru tersebut. “Saya sangat mendukung penuh dan berharap keikutsertaan Fitri dalam kegiatan penguatan inklusif ini dapat membawa dampak positif dan menjadi motor penggerak dalam mewujudkan program kerja madrasah yang lebih inklusif, ramah anak, dan responsif terhadap keberagaman murid di masa depan,” tuturnya.
“Kehadiran Fitri Asmawati menjadi langkah nyata MIN 2 Kulon Progo untuk terus belajar dan berbenah. Sehingga MIN 2 Kulon Progo bisa menjadi role model madrasah yang aman, ramah anak, dan memberikan hak pendidikan yang setara bagi semua murid tanpa terkecuali,“ tandasnya. (fas/abi).
#KementerianSemuaAgama #MakinDigitalMenjangkauUmat




Leave a Reply
Want to join the discussion?Feel free to contribute!