Jejak Sarung di Tanah Air

Nuraini Rahmandasari
Murid MTsN 2 Kulon Progo

Pagi itu bukan sekadar tanggal,
22 Oktober tertulis dalam sejarah,
Ketika sarung dan sorban berikrar,
Resolusi Jihad menggema tak gentar.

Dari bilik pesantren yang sederhana,
Lantunan ayat menembus angkasa,
Santri duduk bersila dengan doa,
Menjaga negeri dengan cinta.

Bukan tentang siapa paling alim,
Tapi siapa paling berkhidmat,
Bukan sorban paling panjang,
Tapi hati yang paling ikhlas berjuang.

Santri adalah cahaya di kala gelap,
Penyejuk saat negeri bergejolak,
Dengan kitab di tangan kanan,
Dan cinta tanah air di tangan kiri.

Selamat Hari Santri 2026,
Untukmu penjaga moral bangsa,
Tetaplah rendah hati dan mengabdi,
Karena dari santrimu, Indonesia abadi.

1 reply

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *