Lestarikan Permainan Tradisional, Musera Kompak Main Boy-boyan

Kulon Progo (Musera) – Nuansa keceriaan dan kerja sama terlihat jelas di halaman MI Muhammadiyah Serangrejo (Musera) pada Selasa (6/10/2026) pagi. Melompati sekat rombongan belajar, para murid dari kelas I dan II bersama-sama mendapatkan pembelajaran Penjaskes dari guru olahraga mereka, Fita Haryanti, S.Or.

Pada pertemuan kali ini, materi yang diberikan bukan olahraga modern. Melainkan permainan tradisional boy-boyan yang difokuskan pada teknik lempar target untuk melatih koordinasi motorik, ketepatan, dan ketangkasan fisik anak-anak sejak usia dini.

Sebelum peluit tanda dimulainya permainan ditiup, Fita mengumpulkan seluruh murid dalam lingkaran besar untuk memberikan pengarahan. Dia menjelaskan bagaimana cara mainnya secara sederhana agar mudah dipahami oleh anak-anak kelas bawah. “Permainan boy-boyan ini sangat seru. Karena kita harus melempar bola untuk meruntuhkan menara pecahan genting. Lalu menyusunnya kembali sambil menghindari lemparan bola dari tim lawan. Kuncinya adalah fokus pada target, kelincahan dalam menghindar, serta kompak bekerja sama dengan teman satu tim,” urainya.

Inisiatif guru olahraga dalam menghidupkan kembali muatan kearifan lokal melalui olahraga tradisional ini mendapat apresiasi tinggi dari Kepala Madrasah, Sumarsih, M.S.I. Dia menilai pendekatan ini sangat efektif untuk membangun karakter sosial anak. Sekaligus menjaga kebugaran jasmani mereka. ”Kami dari pihak madrasah sangat mengapresiasi pembelajaran Penjaskes yang kreatif seperti ini. Lewat permainan boy-boyan, anak-anak tidak hanya bergerak aktif secara fisik. Tetapi juga belajar sportivitas, mengasah strategi kelompok, dan mengenal kembali warisan permainan tradisional Indonesia,” tutur Kamad.

Suasana halaman pun seketika menjadi riuh rendah oleh tawa dan sorak sorai anak-anak yang saling menyemangati. Salah satu murid yang ikut bermain, Gilang Wahyu Pratama tampil sangat menonjol karena berhasil meruntuhkan target menara genting pada kesempatan pertama. ”Saya merasa senang sekali dan percaya diri dengan melempar bola dengan kuat tadi sampai menaranya jatuh,” kata Gilang. (ist/abi).
#KementerianSemuaAgama
#MakinDigitalMenjangkauUmat

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *