Wujud Kepedulian Sosial, Musera Laksanakan Takziah dan Salat Jenazah

Kulon Progo (Musera) – Wujud nyata kepedulian sosial dan penanaman karakter religius ditunjukkan oleh keluarga besar MI Muhammadiyah Serangrejo (Musera). Pada Selasa (6/10/2026) pagi, seluruh guru, staf, beserta murid kelas III-VI melaksanakan takziah dan salat jenazah di rumah salah satu warga sekitar Musera yang meninggal dunia. Agenda takziah ini dilaksanakan sesaat setelah para murid menyelesaikan rangkaian kegiatan pembiasaan pagi di madrasah. Hal ini sebagai bentuk rasa empati serta pengabdian masyarakat di lingkungan terdekat madrasah.

Sebelum rombongan berangkat menuju rumah duka, koordinator kegiatan pagi Musera, Wasidah, S.Pd.I., memberikan pengarahan khusus di halaman madrasah. Dia memanfaatkan momentum ini sebagai sarana edukasi fikih muamalah secara langsung dengan mengingatkan kembali bagaimana cara salat jenazah kepada murid.

”Anak-anakku, mari kita luruskan niat untuk mendoakan almarhum. Ingat kembali urutan salat jenazah yang sudah dipelajari. Yakni tidak ada rukuk dan sujud. Melainkan terdiri dari empat kali takbir. Setelah takbir pertama membaca Al-Fatihah, takbir kedua selawat Nabi, takbir ketiga doa untuk jenazah, dan takbir keempat doa serta diakhiri salam,” jelas Wasidah.

Hal senada juga ditekankan oleh Kepala Madrasah, Sumarsih, M.S.I. Kamad memberikan imbauan penting mengenai etika dan tata krama yang harus dijaga oleh seluruh murid selama berada di rumah duka. ”Saya mengimbau kepada seluruh murid agar selalu menjaga sopan santun, berbicara dengan suara yang lirih, dan tetap tertib di lingkungan masyarakat. Kehadiran kita adalah untuk menghibur keluarga yang berduka, sekaligus mendoakan. Jadi tunjukkan akhlak mulia sebagai pelajar madrasah yang berbudi pekerti luhur,” ujar Kamad.

Pendekatan pembelajaran langsung (direct learning) di tengah masyarakat ini memberikan kesan religius yang mendalam bagi para murid. Salah satunya yang ikut serta dalam rombongan, Intan Aulia Ramadhani mengaku bersyukur bisa ikut menyalatkan jenazah. ”Saya merasa tenang dan senang bisa mempraktikkan salat jenazah secara langsung hari ini. Pembelajaran di kelas jadi lebih mudah dipahami karena kami langsung menerapkannya di rumah duka. Sekaligus mengingatkan kami untuk selalu peduli dan membantu tetangga yang sedang kesusahan,” ungkap Intan. (ist/abi).
#KementerianSemuaAgama #MakinDigitalMenjangkauUmat

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *