Mata Pena yang Berzikir

Annisa Farrasah
Murid MTsN 6 Kulon Progo

Mata pena menari di atas kertas kusam,
Di sela ngantuk dan dingin malam yang dalam.
Tinta hitam menetes pelan penuh makna,
Menjadi zikir yang tak pernah sirna.

Dari ujung pena yang terus bergerak,
Ada nama Tuhan yang tak pernah berjarak.
Santri menulis bukan sekadar aksara,
Tapi doa yang hidupkan jiwa.

Pena kecil menjadi saksi bisu,
Betapa ilmu dijaga penuh restu.
Biarlah ia terus berzikir dan bersinar,
Menjadi cahaya di jalan yang memudar.

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *