MIN 2 Kulon Progo Tanamkan Nilai Keistimewaan dan Karakter Disiplin Sejak Dini

Kulon Progo (MIN2KP) — Seluruh murid, guru, dan pegawai MIN 2 Kulon Progo tampil berbeda dengan mengenakan pakaian adat Jawa gagrak Yogyakarta pada Kamis (8/10/2026). Penggunaan pakaian tradisional yang bertepatan dengan Kamis Pon ini sekaligus ditujukan untuk memperingati Hari Keistimewaan Yogyakarta.
Suasana madrasah tampak semarak dan penuh warna. Guru, pegawai, serta murid pria mengenakan surjan dan blangkon. Sementara guru, pegawai, dan murid wanita anggun mengenakan kebaya. Penggunaan pakaian adat ini terbukti tidak menyurutkan semangat para murid untuk mengikuti kegiatan belajar mengajar di kelas.
Bahkan selepas jam pembelajaran selesai, murid kelas 5 tetap antusias melaksanakan latihan upacara bendera di halaman madrasah. Latihan ini sengaja digelar guna mempersiapkan mental dan tata upacara agar berjalan khidmat pada pelaksanaan upacara resmi berikutnya.
Kepala MIN 2 Kulon Progo, Hartati, S.Pd.I., M.Pd., menyatakan rasa bangga atas kepatuhan dan antusiasme seluruh warga madrasah dalam merawat tradisi budaya daerah. “Penggunaan pakaian adat gagrak pada Kamis Pon ini bukan sekadar pemenuhan aturan seragam. Melainkan sarana efektif untuk menanamkan rasa cinta tanah air dan mengenalkan nilai-nilai luhur keistimewaan Yogyakarta kepada generasi muda sejak dini,” ujarnya.
Di lokasi latihan upacara Guru Kelas 5 MIN 2 Kulon Progo, Fitri Asmawati, S.Pd., M.Pd., memberikan apresiasi tinggi terhadap daya juang muridnya yang tetap fokus berlatih meski berpakaian adat lengkap. “Saya sangat bangga melihat anak-anak kelas 5. Walaupun mengenakan kain jarik dan pakaian adat yang membatasi ruang gerak bebas mereka, semangat berlatih upacara sedikit pun tidak luntur. Ini melatih kedisiplinan dan tanggung jawab yang luar biasa,” tuturnya.
Sementara itu salah satu murid kelas 5 Herjuno, yang mendapat amanah bertugas sebagai pemimpin upacara mengaku mendapatkan pengalaman baru yang menantang sekaligus membanggakan. “Awalnya terasa agak kaku karena memakai kain jarik dan surjan lengkap. Tetapi setelah dicoba ternyata seru. Saya merasa bangga bisa latihan memimpin upacara dengan pakaian adat Jawa ini demi mempersiapkan tugas upacara Senin depan,” ungkapnya.
Kegiatan pelestarian budaya yang dipadukan dengan penguatan karakter disiplin melalui latihan upacara ini diharapkan dapat terus membekali murid MIN 2 Kulon Progo menjadi generasi yang cerdas secara akademik dan kokoh secara kepribadian budaya. (rin/abi).
#KementerianSemuaAgama
#MakinDigitalMenjangkauUmat



Leave a Reply
Want to join the discussion?Feel free to contribute!