Murid MIN 2 Kulon Progo Panen dan Olah Lidah Buaya
Kulon Progo (MIN2KP) – Kebun Madrasah Ibtidaiyah Negeri 2 Kulon Progo tengah mengalami panen raya. Karena melimpahnya hasil kebun madrasah, terutama tanaman lidah buaya. Para murid diajak langsung untuk memanennya. Pada Kamis (22/10/2026) hasil panen tanaman hias berkhasiat ini langsung dimanfaatkan untuk pembuatan minuman segar berupa nata de aloe vera.
Dalam prosesnya, para murid tampak antusias memotong bagian pelepah lidah buaya yang sudah berukuran besar dan berdaging tebal. Setelah dipanen, daging lidah buaya tersebut diambil, dipotong-potong menjadi bagian kecil. Lalu direndam menggunakan air kapur sirih selama beberapa jam. Proses perendaman dan pembersihan ini memakan waktu yang cukup lama. Sehingga sangat membutuhkan kesabaran dari para murid. Setelah proses perendaman selesai, daging lidah buaya tersebut akan dimasak dan baru siap dihidangkan pada keesokan harinya.

Salah satu murid kelas 6, Brilian Faeyza Rizky membagikan pengalamannya saat memotong tanaman tersebut. Ia mengaku harus sangat fokus agar kulitnya tidak terkena duri pelepah atau lendir yang licin. “Saya memotong lidah buaya ini dengan berhati-hati. Karena ukurannya besar dan agak licin saat dikupas. Seru sekali bisa belajar mengolahnya langsung bersama teman-teman,” ujarnya.
Guru pendamping kegiatan, Siti Fatini, S.Pd.I. menjelaskan bahwa aktivitas ini bukan sekadar mengisi waktu. Melainkan bagian dari pembelajaran praktis bagi para murid. “Melalui kegiatan ini, kami ingin melatih kemandirian dan keterampilan berwirausaha sejak dini. Selain itu, proses pengolahan yang panjang ini juga mengajarkan nilai kesabaran dan ketelitian kepada para murid,” ungkapnya.
Apresiasi tinggi juga datang dari Kepala MIN 2 Kulon Progo, Hartati, S.Pd.I., M.Pd. Ia menyatakan rasa bangganya atas pemanfaatan lahan madrasah yang produktif serta keterlibatan aktif para murid. “Kami bersyukur hasil kebun madrasah sangat melimpah. Kegiatan ini merupakan wujud nyata dari pembelajaran kontekstual. Madrasah berharap para murid tidak hanya tahu teori. Tetapi juga mampu mengolah potensi alam di sekitar mereka menjadi produk yang bermanfaat dan bernilai jual,” tuturnya. (rin/abi).
#KementerianSemuaAgama
#MakinDigitalMenjangkauUmat




Leave a Reply
Want to join the discussion?Feel free to contribute!