Pentingnya Mempelajari Ilmu Tajwid, Pelita Madinahku Penyuluh KUA Sentolo di Kemenag Kulon Progo
Kulon Progo (KUA Sentolo) – Membaca Al-Qur’an merupakan sebuah amalan yang mulia, siapapun yang membacanya, setiap hurufnya dibalas dengan sepuluh kebaikan. Namun demikian meskipun memperbanyak membaca Al-Qur’an itu suatu kebaikan, untuk mencapai kualitas ibadah yang lebih baik maka cara membaca Al-Qur’an perlu diperbaiki.
Penyuluh Agama KUA Sentolo, Andri Kusmunanto menyampaikan pentingnya belajar ilmu tajwid pada acara Pelita Madinahku, Senin (26/10/2026) di Mushola Kemenag Kulon Progo usai mengerjakan sholat Dhuhur.
Kegiatan yang diikuti oleh segenap ASN bawah atap Kemenag Kulon Progo tersebut dilaksanakan setelah sholat Dhuhur dengan pembicara dan materi yang berbeda.

Andri memulai kajiannya dengan mengutip dawuh-dawuh yang ada dalam kitab Al Jazariyah. “Al Qur’an diturunkan kepada Nabi Muhammad ternyata juga disertai dengan cara membacanya. Mulai dari cara pengucapan huruf, kaidah-kaidah tajwid, panjang pendeknya bacaan, serta letak berhenti dan memulai bacaan ayat maupun kalimat, semua sudah ada ketentuannya” ucap Andri.
Menurut ulama bernama Syekh Muhammad bin Muhammad bin Ali bin Yusuf bin Al Jazari ini, Al-Qur’an diturunkan beserta cara membacanya, selain sebagai mukjizat dan penghias bacaan Al-Qur’an, juga untuk menjaga maknanya. Diharapkan nanti setelah bisa paham tentang ilmu tersebut, seseorang bisa membaca Al-Qur’an dengan indah dan baik, tanpa kesulitan dan kesusahan.
“Membaca Al-Qur’an memang butuh proses untuk belajar, yang memang tidak mudah. Apalagi membiasakan kemampuan bicara orang Indonesia memang perlu bersabar. Mengucap huruf qof sesuai makhraj dan sifat huruf saja sudah satu perkerjaan tersendiri, belum lagi ke huruf-huruf yang lain. Semoga segala usaha kita mempelajari Al-Qur’an dapat menjadikannya penuntun hidup dan penolong di hari akhir nanti” pungkas Andri. (skd)



Leave a Reply
Want to join the discussion?Feel free to contribute!