Penyuluh Agama Islam KUA Nanggulan Dorong Ketahanan Pangan melalui Pemanfaatan Lingkungan

Kulon Progo (KUA Nanggulan) — Penyuluh agama tidak hanya berperan menyampaikan pesan-pesan keagamaan, tetapi juga turut berkontribusi dalam pemberdayaan masyarakat melalui edukasi ketahanan pangan dan pemanfaatan lingkungan. Hal tersebut diwujudkan oleh Penyuluh Agama Islam Kantor Urusan Agama (KUA) Kapanewon Nanggulan, Suyatno, S.T., melalui kegiatan edukasi kepada masyarakat di wilayah Demen, RT 61, Kalurahan Wijimulyo, Kapanewon Nanggulan, Kabupaten Kulon Progo.

Dalam kegiatan tersebut, Suyatno memberikan edukasi mengenai pentingnya membangun ketahanan pangan keluarga dengan memanfaatkan lingkungan sekitar secara optimal. Masyarakat diajak untuk menjadikan lahan pekarangan sebagai ruang produktif yang dapat ditanami berbagai tanaman pangan maupun tanaman bermanfaat lainnya sesuai dengan kondisi lingkungan.

Upaya ini diharapkan dapat mendorong kemandirian keluarga dalam memenuhi kebutuhan pangan, meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan, serta menumbuhkan kebiasaan hidup produktif dan hemat dalam kehidupan sehari-hari.

Suyatno menegaskan bahwa penyuluhan agama memiliki cakupan yang luas. Selain memberikan bimbingan keagamaan, penyuluh agama juga dapat mengambil peran dalam mendukung kesejahteraan masyarakat melalui edukasi sosial, pemberdayaan ekonomi keluarga, dan penguatan ketahanan pangan.

Sementara itu, Kepala KUA Nanggulan, Jemino, S.H.I., M.H., mengajak masyarakat untuk lebih peduli dan kreatif dalam memanfaatkan lingkungan di sekitar tempat tinggal. Menurutnya, lingkungan yang tersedia dapat memberikan manfaat nyata apabila dikelola dengan baik, mulai dari pemanfaatan pekarangan rumah hingga pengembangan kegiatan produktif yang mendukung kebutuhan keluarga.

Ajakan tersebut menjadi dorongan bagi masyarakat untuk tidak membiarkan lahan yang tersedia terbengkalai, melainkan mengelolanya menjadi sumber manfaat bagi keluarga dan lingkungan sekitar.

Salah seorang warga RT 61 Demen, Wijimulyo, Sugiyono, menyampaikan terima kasih kepada KUA Nanggulan atas edukasi dan pencerahan yang telah diberikan kepada masyarakat. Ia mengapresiasi perhatian serta pendampingan yang mendorong warga untuk lebih memahami pentingnya ketahanan pangan dan pemanfaatan lingkungan.

Melalui kegiatan ini, KUA Nanggulan menunjukkan bahwa peran penyuluh agama Islam tidak terbatas pada pembinaan ibadah dan kehidupan spiritual, tetapi juga dapat berkontribusi dalam meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat secara menyeluruh.

Diharapkan, edukasi tersebut dapat menumbuhkan kesadaran dan semangat gotong royong masyarakat dalam mengoptimalkan potensi lingkungan, memperkuat ketahanan pangan keluarga, serta mewujudkan kehidupan yang lebih mandiri, sejahtera, dan berkelanjutan. (cho/mel)

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *