Penyuluh Agama KUA Panjatan Nofianti Bertugas Membacakan Keputusan Kongres Pemuda pada Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98

Kulon Progo (KUA Panjatan) – Penyuluh Agama Islam Kantor Urusan Agama (KUA) Kapanewon Panjatan, Nofianti, S.Pd.Si., M.Pd., mendapat tugas sebagai pembaca Keputusan Kongres Pemuda dalam rangkaian kegiatan peringatan Hari Sumpah Pemuda (HSP) ke-98 Tahun 2026 di Kabupaten Kulon Progo. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya meneguhkan kembali semangat persatuan, nasionalisme, dan komitmen kebangsaan di kalangan generasi muda.
Pemerintah Kabupaten Kulon Progo menjadwalkan Upacara Bendera Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 pada Rabu (28/10/2026) bertempat di Halaman Pemerintah Kabupaten Kulon Progo. Sebagai bagian dari persiapan, gladi kotor dan gladi bersih dilaksanakan pada Selasa (27/10/2026) mulai pukul 07.30 WIB di lokasi yang sama.
Penugasan Nofianti sebagai pembaca Keputusan Kongres Pemuda merupakan bentuk partisipasi Kementerian Agama dalam mendukung kegiatan kebangsaan di tingkat daerah. Pembacaan keputusan tersebut menjadi salah satu bagian penting dalam mengingat kembali sejarah perjuangan para pemuda yang melahirkan ikrar persatuan pada 28 Oktober 1928.
Kepala KUA Kapanewon Panjatan, H. Basid Rustami, S.Ag., menyampaikan bahwa keterlibatan Penyuluh Agama Islam dalam kegiatan peringatan Hari Sumpah Pemuda merupakan wujud kontribusi Kementerian Agama dalam memperkuat nilai-nilai kebangsaan di tengah masyarakat.

“Penyuluh Agama Islam tidak hanya berperan dalam pembinaan kehidupan keagamaan, tetapi juga memiliki tanggung jawab untuk menanamkan nilai persatuan, toleransi, cinta tanah air, dan kerukunan. Semangat Sumpah Pemuda hendaknya menjadi pengingat bahwa perbedaan bukan penghalang untuk bersatu dan bersama-sama membangun bangsa,” ungkapnya.
Sementara itu, SYAFRIDAH YASIN, S.Pd., MPd., Analis Kebijakan Ahli Muda pada Bidang Pemuda dan Olahraga Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Kulon Progo yang menjadi koordinator jalannya kegiatan upacara, menegaskan pentingnya kesiapan seluruh petugas agar pelaksanaan upacara berlangsung tertib dan khidmat.
“Gladi merupakan tahapan penting untuk memastikan setiap petugas memahami tugas dan tanggung jawabnya. Kami berharap seluruh unsur yang terlibat dapat berkoordinasi dengan baik sehingga upacara peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 berjalan lancar, tertib, dan mampu menghadirkan semangat persatuan bagi seluruh peserta,” ujarnya.

Keterlibatan lintas instansi dalam persiapan dan pelaksanaan upacara tersebut menunjukkan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah, Kementerian Agama, serta berbagai unsur masyarakat dalam merawat semangat kebangsaan. Melalui peringatan Hari Sumpah Pemuda, nilai-nilai persatuan diharapkan tidak berhenti pada seremoni, tetapi diwujudkan dalam tindakan nyata di lingkungan keluarga, pendidikan, masyarakat, dan tempat kerja.
Bagi KUA Kapanewon Panjatan, momentum Hari Sumpah Pemuda juga menjadi pengingat bahwa pembinaan umat dan penguatan karakter kebangsaan merupakan bagian yang saling melengkapi. Penyuluh Agama Islam diharapkan terus hadir di tengah masyarakat dengan membawa pesan moderasi beragama, toleransi, gotong royong, dan cinta tanah air demi terwujudnya kehidupan masyarakat Kulon Progo yang rukun, damai, dan harmonis(Nof).



Leave a Reply
Want to join the discussion?Feel free to contribute!