Perjuangan Hingga Detik Terakhir Intan Wahyu Apriliani Raih Juara Kedua Tenis Meja Putri PKM

Kulon Progo (MIMUGO) – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan murid MI Muhammadiyah Nglinggo dalam ajang Pekan Kompetisi Madrasah (PKM) tingkat Kabupaten Kulon Progo. Intan Wahyu Apriliani berhasil meraih Juara kedua cabang tenis meja putri yang dilaksanakan di MTsN 1 Kulon Progo (29/9/2026).

Bagi Intan, pencapaian tersebut menjadi momen yang penuh haru sekaligus membahagiakan. Kerja keras dan latihan yang selama ini dijalani akhirnya membuahkan hasil dan mengantarkannya meraih posisi kedua dalam kompetisi tersebut.

Dengan mata berkaca-kaca, Intan mengungkapkan rasa syukur dan kebahagiaannya atas prestasi yang berhasil diraih. “Saya sangat senang dan terharu bisa mendapatkan juara kedua. Semua ini hasil dari latihan dan kerja keras yang selama ini saya lakukan. Saya berusaha memaksimalkan waktu latihan. Bahkan saat hari libur tetap berlatih agar kemampuan saya semakin baik,” ungkap Intan.

Pertandingan Intan berlangsung penuh ketegangan. AE. Budi Handoko, S.Pd.I., yang mendampingi Intan selama pelaksanaan lomba di MTsN 1 Kulon Progo, mengaku ikut merasakan ketegangan hingga detik-detik terakhir pertandingan.

Menurutnya, jalannya pertandingan berlangsung sangat seimbang. Kedua pemain saling mengejar poin hingga memasuki angka 14. Sehingga suasana pertandingan semakin menegangkan. “Saya sendiri merasa sangat terharu dan berdebar-debar melihat pertandingan Intan. Sampai detik terakhir pertandingan terasa sangat tegang karena permainan berlangsung seimbang. Poin terus kejar-kejaran hingga mencapai 14. Sehingga kami benar-benar menunggu hasil akhirnya dengan penuh ketegangan,” tutur Budi Handoko.

Ia mengapresiasi perjuangan Intan yang mampu mempertahankan semangat dan fokus selama pertandingan. Menurutnya, pengalaman tersebut menjadi pembelajaran penting bagi Intan untuk semakin matang dalam menghadapi pertandingan berikutnya.

“Intan sudah menunjukkan perjuangan yang luar biasa. Apa pun hasilnya, keberaniannya untuk bertanding dan tetap berusaha sampai akhir patut diapresiasi. Pengalaman seperti ini akan menjadi bekal yang sangat berharga untuk pertandingan selanjutnya,”tambah Budi.

Sementara itu Kepala MI Muhammadiyah Nglinggo, Budiyanto, S.Pd.I., sekaligus pelatih tenis meja di madrasah, menyampaikan rasa bangga atas prestasi yang diraih Intan.

Menurutnya, Juara kedua yang diraih Intan merupakan hasil dari proses latihan, kedisiplinan, dan kemauan untuk terus berkembang. “Kami sangat bangga dengan hasil yang diperoleh Intan. Prestasi ini tidak datang begitu saja. Tetapi melalui proses latihan dan perjuangan yang konsisten. Intan juga menunjukkan kemauan yang kuat untuk terus berlatih, termasuk memanfaatkan waktu libur,” ungkap Budiyanto.

Ia berharap prestasi tersebut dapat menjadi motivasi bagi Intan dan murid lainnya untuk terus mengembangkan potensi yang dimiliki. “Semoga prestasi ini semakin menambah semangat Intan untuk berlatih. Bagi kami, setiap prestasi anak adalah kebanggaan madrasah. Keterbatasan fasilitas tidak boleh menjadi penghalang bagi anak-anak untuk bermimpi dan berprestasi,” tambahnya.

Prestasi Intan Wahyu Apriliani menjadi bukti bahwa ketekunan, latihan, keberanian, dan semangat pantang menyerah dapat mengantarkan peserta didik meraih prestasi.

Dari latihan sederhana di madrasah hingga pertandingan yang berlangsung menegangkan di MTsN 1 Kulon Progo, Intan telah memberikan sebuah cerita tentang perjuangan dan semangat untuk terus berkembang.

Selamat untuk Intan Wahyu Apriliani atas raihan Juara Kedua Tenis Meja Putri PKM Kabupaten Kulon Progo. Terus berlatih, terus berjuang, dan terus menginspirasi! (bdy/abi).

#KementerianSemuaAgama
#MakinDigitalMenjangkauUmat

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *