Sentuhan Jepang di Musera, Murid Kelas IV Eksplorasi Kreativitas Lewat Batik Shibori

Kulon Progo (Musera) – Murid Kelas IV MI Muhammadiyah Serangrejo (Musera) menyulap ruang kelas menjadi laboratorium seni yang penuh warna. Yakni saat mempraktikkan pembuatan batik shibori pada Kamis (29/10/2026). Kegiatan berbasis proyek ini sengaja dihadirkan untuk mengasah motorik halus. Sekaligus merangsang jiwa wirausaha kreatif sejak usia dini. Melalui eksplorasi mode pewarnaan internasional ini, para murid ditantang untuk menciptakan karya visual yang estetik dan bernilai seni tinggi.

Guru kelas IV, Tentrem, M.Pd., secara telaten membimbing anak-anak dalam meramu pola pada kain putih polos. ”Batik shibori merupakan seni pewarnaan kain tradisional asal Jepang dari kata shiboru yang menggunakan teknik lipat, ikat, atau jepit sebelum dicelup ke pewarna. Metode ini menghasilkan motif unik mirip batik jumputan atau tie-dye. Di mana setiap anak akan menghasilkan corak berbeda yang eksklusif sesuai dengan imajinasi ikatan mereka,” urai Tentrem.

Langkah inovatif dalam pemanfaatan seni tekstil ini mendapat apresiasi tinggi dari Kepala Musera, Sumarsih, M.S.I. ”Kami sangat mengapresiasi praktik pembuatan batik shibori ini. Karena efektif melatih kesabaran dan ketelitian anak. Pembelajaran kontekstual seperti inilah yang membuat anak-anak bangga dengan hasil karya tangan mereka sendiri,” puji Kamad.

Salah satu murid, Arjuna Pamungkas merasa gembira luar biasa saat melihat kain-kain yang terikat mulai dibuka dan memunculkan motif-motif ajaib yang tidak terduga. ”Saya senang sekali bisa praktik membuat batik bersama teman-teman hari ini. Awalnya saya pikir akan susah sekali. Tetapi setelah diajarkan langkah-langkahnya, ternyata mudah dan hasilnya sangat bagus,” ungkap Arjuna. (ist/abi).
#KemenetrianSemuaAgama
#MakinDigitalMenjangkauUmat

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *