Sinergi Kolaborasi KKG PAI SD Panjatan dan Pengasih, Menuju Pembelajaran Berkualitas

Kulon Progo (KKG PAI SD) – Kelompok Kerja Guru Pendidikan Agama Islam (KKG PAI) Kapanewon Panjatan dan Pengasih menyelenggarakan kegiatan bersama. Agenda tersebut diikuti oleh Guru PAI SD/SLB se-Kapanewon Panjatan dan Pengasih. Kegiatan sinergi ini dilaksanakan di Gedung KPN Mantep, Panjatan pada Senin (19/10/2026).
Turut Hadir dalam acara ini Ketua Tim PAI Kanwil Kemenag. D.I.Y., H. Fahrudin, S.Ag., M.A., Kasi Pakis Kankemenag Kabupaten Kulon Progo, H. Fariq Nur Rokhim,S.H.I., M.A., Pengawas PAI, Anjar Purwantari, S,Ag., M.S.I., Ketua KKKS SD Kapanewon Panjatan, Budi Antoro, S.Pd.SD., dan Pendamping GPAI Kapanewon Panjatan, Rini Utami, S.Pd., Acara diikuti oleh seluruh GPAI SD/SLB se-Kapanewon Panjatan berjumlah 28 GPAI dan Pengasih berjumlah 33 GPAI.
Pengawas Kankemenag Kulon Progo, Anjar Purwantari berharap kegiatan kolaboratif ini untuk mempererat silaturahmi dan hubungan antara KKG PAI Panjatan dan Pengasih. Anjar juga menegaskan pentingnya keaktifan guru. Karena KKG juga sebagai tempat belajar, diskusi, serta berkolaborasi dalam program kerja di 2 kapanewon tersebut. ‘’Kolaborasi KKG PAI Kapanewon Panjatan dan Pengasih ini nantinya akan menjadi tempat belajar dan diskusi. Sehingga akan memunculkan guru PAI yang inovatif serta dapat mewujudkan murid yang tidak hanya berkemampuan kognitif saja tetapi juga berakhlak mulia,’’ tegas Anjar.
‘’KKG PAI juga diharapkan melahirkan murid yang jujur, empati, sopan santun dan berakhlak yang mulia. KKG PAI merupakan kewajiban. Sehingga setiap kegiatan wajib hadir. Apabila tidak dapat hadir, wajib izin langsung kepada Pengawas,’’tegas Anjar.

Kegiatan kolaborasi 2 KKG sekaligus pengukuhan pengurus baru dari KKG PAI Kapanewon Panjatan dan Pengasih periode 2026–2029. KKG PAI Kapanewon Panjatan diketuai oleh Suyanto, S.Pd.I., KKG PAI Kapanewon Pengasih diketuai oleh Mulyono, S.Pd.I. Kepengurusan ini dikukuhkan oleh Kasi Pakis Kankemenag Kabupaten Kulon Progo H. Fariq Nur Rokhim, S.H.I., M.A.
Fariq menyampaikan bahwa mengajar PAI saat ini lebih banyak tantangannya dibandingkan zaman dahulu. “Mengajar PAI saat ini sangat berat tantangannya apalagi masa gadget yang tidak terpisahkan dalam kehidupan sehari-hari anak. Beda zaman dahulu di mana listrik dan alat komunikasi sangatlah terbatas,” ujarnya.
Fariq menambahkan agar GPAI senantiasa memberikan semangat kepada murid agar lebih mencintai Islam. ‘’Sebagai GPAI di SD hendaknya selalu tanamkan fondasi Islam dengan kuat. Sehingga anak berkarakter agamis, berakhlak mulia, serta dapat membaca Al-Quran dengan benar, baik dan lancar. Hal ini sesuai dengan program Kabupaten Kulon Progo bertujuan membumikan Al-Quran di kalangan pelajar dan masyarakat,” tegas Fariq.
Ketua Tim Pendidikan Agama Islam (PAI) Kantor Wilayah Kementerian Agama Daerah Istimewa Yogyakarta, Fahrudin mengingatkan agar semua GPAI harus aktif di KKG/MGMP dan terdaftar dalam Akun Siaga.
Fahrudin menyampaikan informasi penting tentang kelancaran proses pencairan Tunjangan Profesi Guru (TPG). ”Ketepatan dan kelancaran pencairan tunjangan tersebut sangat tergantung pada keaktifan serta kedisiplinan para GPAI dalam mengisi dan mengunggah data presensi harian,” tegas Fahrudin.
Ia juga menegaskan serta memastikan kembali kepada seluruh peserta bahwa alokasi anggaran TPG di wilayah DIY berada dalam kondisi aman dan siap disalurkan hingga akhir tahun 2026. “GPAI harus aktif di KKG/MGMP dan terdaftar dalam Akun Siaga,” terang Fahrudin.

Fahrudin juga memaparkan tentang pelaksanaan ujian standarisasi mutu mata pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti (PABP) yang akan diselenggarakan secara serentak lintas jenjang (SD, SMP, SMA/SMK) oleh Kanwil Kemenag DIY. “Ujian Sekolah Berstandar Daerah akan menambah semangat GPAI untuk mengajar murid. Karena pelajaran PAI menjadi pelajaran yang diperhitungkan juga di sekolah-sekolah. GPAI lebih menekankan pentingnya pembiasaan mengaji di sekolah bagi murid muslim yang rencananya akan dijadikan Peraturan Bupati (Perbup) demi mewujudkan Sekolah Berasa Madrasah,” pesannya.
Ketua Kelompok Kerja Kepala Sekolah (KKKS) SD Kapanewon Panjatan, Budi mengapresiasi yang setinggi-tingginya dan ucapan terima kasih atas kolaborasi, sinergi, dan kerja sama yang terjalin erat antara Kelompok Kerja Guru Pendidikan Agama Islam (KKG PAI) Kapanewon Panjatan dan Pengasih dalam menguatkan kualitas pembelajaran serta mempererat tali silaturahmi antarpendidik.
Ketua Kelompok Kerja Guru Pendidikan Agama Islam (KKG PAI) Kapanewon Panjatan, Suyanto menyerahkan buku antologi karya GPAI Kapanewon Panjatan dengan judul Goresan Pena Sang Pelita kepada Ketua Tim PAI Kanwil Kemenag D.I.Y., H.Fahrudin, S.Ag., M.A. Berkat bimbingan dan motivasi dari pengawas PAI Anjar Purwantari, S.Ag., M.S.I., buku antologi yang berisi puisi, cerpen, cerkak karya GPAI Panjatan dapat terwujud.
Suyanto juga mengucapan terima kasih yang mendalam kepada seluruh tamu undangan yang hadir dan Pengawas PAI. Karena gagasan serta inisiasi berharga yang menjadi pendorong terlaksananya kegiatan ini. Suyanto juga menyampaikan permohonan maaf karena atas segala keterbatasan maupun kekurangan yang mungkin terjadi selama kegiatan ini.
Ketua KKG PAI Kapanewon Pengasih, Mulyono, S.Pd.I., berharap kegiatan ini dapat terus meningkatkan kualitas pembelajaran di Panjatan dan Pengasih, serta berkomitmen untuk saling berbagi, pengalaman, berbagi materi ajar, dan berlatih bersama agar pembelajaran PAI bagi murid kita semakin baik dan bermakna.
Melalui kegiatan ini, diharapkan Guru PAI Panjatan dan Pengasih senantiasa meningkatkan profesionalisme, menjaga tertibnya administrasi, serta berkomitmen yang kuat dari seluruh peserta untuk terus membumikan Al-Quran dan nilai-nilai keagamaan serta meningkatkan mutu pendidikan Islam di lingkungan sekolah masing-masing. Melalui semangat kolaborasi dan sinergi yang telah terbangun, GPAI lebih optimis dalam meningkatkan kompetensi, menuju pembelajaran PAI yang berkualitas. GPAI diharapkan mampu mewujudkan iklim belajar yang religius, unggul, serta adaptif demi mencetak generasi muda Kulon Progo yang jujur, berkarakter dan berakhlak mulia. (nha/abi).
#KementerianSemuaAgama
#MakinDigitalMenjangkauUmat



Leave a Reply
Want to join the discussion?Feel free to contribute!