Sisakan Sedikit Ruang Jiwa untuk Pasrah, MI Ma’arif Bojong Kembali Gelar Doa Bersama Rutin

Kulon Progo (MIMA Bojong) – MI Ma’arif Bojong kembali menggelar kegiatan doa bersama rutin pada Rabu malam (21/10/2026). Kegiatan yang dilaksanakan setiap malam Kamis Pahing ini diikuti oleh wali murid, komite madrasah, dan para guru sebagai ikhtiar bersama dalam memohon keberkahan serta menitipkan harapan kepada Allah SWT.

Mengusung tema Sisakan Sedikit Ruang Jiwa untuk Pasrah, kegiatan ini mengajak seluruh peserta untuk sejenak berhenti dari kesibukan, menenangkan hati, dan menyerahkan segala urusan serta harapan kepada Allah SWT.

Doa bersama dipimpin oleh tokoh agama setempat, K. Dalhar Safii. Suasana khusyuk menyelimuti kegiatan yang menjadi ruang silaturahmi. Sekaligus penguatan spiritual bagi keluarga besar MI Ma’arif Bojong.

Sebelum doa dimulai, Kepala MI Ma’arif Bojong, Mahbub Misbahudin menyampaikan pesan tentang pentingnya menghadirkan kepasrahan kepada Allah dalam mendampingi tumbuh kembang anak dan menjalani kehidupan.

Menurutnya, orang tua dan guru memiliki tanggung jawab untuk terus berikhtiar mendidik anak-anak dengan sebaik-baiknya. Namun, di balik segala usaha tersebut, ada hal yang perlu disadari bersama bahwa masa depan anak bukan sepenuhnya berada dalam kendali manusia.

“Sebagai orang tua dan guru, kita wajib berikhtiar membimbing, mendoakan, dan memberikan teladan terbaik bagi anak-anak. Namun, jangan sampai kesibukan kita memikirkan masa depan mereka membuat kita lupa untuk memasrahkannya kepada Allah SWT,” ujarnya.

Ia juga mengajak para wali murid untuk meluangkan sedikit waktu dalam kehidupan yang penuh kesibukan, memberi ruang bagi jiwa untuk berdoa, bermuhasabah, dan menguatkan keyakinan bahwa Allah adalah sebaik-baik tempat bersandar.

“Pasrah bukan berarti berhenti berusaha. Pasrah adalah ketika kita telah berusaha semampunya. Lalu menyerahkan hasilnya kepada Allah dengan hati yang tenang. Mari kita doakan anak-anak kita, semoga mereka tumbuh menjadi generasi yang beriman, berakhlak mulia, berilmu, dan memperoleh masa depan yang diridai Allah,” imbuh Kamad.

Kegiatan doa bersama ini menjadi salah satu ikhtiar MI Ma’arif Bojong dalam membangun sinergi antara madrasah, keluarga, dan masyarakat. Pendidikan tidak hanya berlangsung di ruang kelas. Tetapi juga tumbuh melalui doa orang tua, keteladanan guru, serta lingkungan yang menanamkan nilai-nilai kebaikan.

Melalui kegiatan rutin setiap malam Kamis Pahing ini, MI Ma’arif Bojong berharap ikatan silaturahmi semakin erat dan kesadaran spiritual seluruh keluarga besar madrasah semakin kuat.

Sebab, mendidik anak bukan hanya tentang menyiapkan masa depan yang baik. Tetapi juga tentang mengajarkan mereka untuk mengenal Allah, berikhtiar dengan sungguh-sungguh, dan berserah diri dengan sepenuh hati.

Kadang-kadang, yang dibutuhkan jiwa bukanlah jawaban atas semua kekhawatiran. Melainkan sedikit ruang untuk berdoa dan percaya bahwa Allah selalu memiliki rencana terbaik. (bub/abi).

#KementerianSemuaAgama

#MakinDigitalMenjangkauUmat

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *