Suara di Balik Kamera

Kaysa Fi’isyatil Kamila
Murid MTsN 2 Kulon Progo
Tangan kami menggenggam pulpen dan kamera,
Bukan untuk sekedar merekam hal yang menarik.
Kami memotret sejarah yang pernah ada,
Tentang sumpah suci para pemuda pemudi bangsa.
Di lembar-lembar berita yang kami susun,
Ada api 1928 yang tak boleh padam di telan tahun.
Satu nusa, satu bangsa, satu bahasa kita suarakan,
Lewat tulisan jujur, melawan segala kebohongan.
Kami adalah mata dan telinga zaman,
Menuliskan kisah persatuan di tengah perbedaan.
Sumpah itu bukan sekadar teks di buku tua,
Tapi kabar utama yang abadi di dada kami, para pemuda pemudi.



Leave a Reply
Want to join the discussion?Feel free to contribute!