Sumpah Itu Masih Kita Jaga

Alzena Naura Firmansyah
Murid MTsN 2 Kulon Progo

Di bawah bendera yang sama, merah putih
Kita berdiri, bukan lagi pemuda 1928
Tapi darahnya masih mengalir deras di nadi ini

Dulu mereka bersumpah di sebuah gedung kecil di Batavia,
Dengan bahasa yang belum sempurna,
Dengan tanah yang masih terjajah,
Dengan darah yang masih muda.

Bertumpah darah yang satu,
Tanah Indonesia.

Berbangsa yang satu,
Bangsa Indonesia.

Berbahasa yang satu,
Bahasa Indonesia.

Hari ini, 28 Oktober,
Aku mendengar sumpah itu lagi,
Bukan dari radio tua,
Tapi dari keyboard, dari kelas, dari musala yang baru diresmikan,
Dari MC yang berpidato dalam tiga bahasa.

Wahai Pemuda,
Jika dulu mereka menyatukan perbedaan dengan sumpah,
Maka tugas kita adalah menjaga sumpah itu dengan karya.

Bukan lagi mengangkat bambu runcing,
Tapi mengangkat ilmu,
Mengangkat akhlak,
Mengangkat harkat madrasah dan bangsa.

Aku adalah pemuda itu,
Kamu adalah pemuda itu,
Kita adalah Indonesia.

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *