Murid MI Ma’arif Petet Ikuti Pentas Seni Bangilun

Kulon Progo (MIMA PETET) – Dalam rangka Pentas Selasa Wagen Ora Mingkuh, 2 murid Ma’arif Petet mengikuti seni bangilun. Pentas ini dilaksanakan pada Selasa (3/11/2026) di Amfiteater Teras Malioboro 1 Beskalan, Yogyakarta. Nama grub yang diikuti yaitu Seni Bangilun Langen Wiratama dari Padukuhan Petet.

Seni Bangilun Langen Wiratama merupakan kesenian tradisional bernapaskan Islam yang tumbuh dan berkembang di Padukuhan Petet,Kalurahan Ngargosari, kawasan Pegunungan Menoreh, Kulon Progo. Kesenian ini memadukan lantunan selawat, iringan terbang dan bedug, serta gerak tari dinamis yang berkarakter bela diri.

Bangilun merupakan warisan leluhur yang pernah mengalami masa vakum cukup panjang sejak sekitar tahun 1960-an. Melalui pembinaan Kalurahan Budaya Ngargosari selama kurang lebih satu tahun, kesenian ini berhasil dibangkitkan kembali melalui latihan dan pendampingan para seniman senior. Bangilun kemudian hadir kembali dengan nama Langen Wiratama dan memperoleh register dari Kundha Kabudayan.

Sebagai wujud pelestarian dan pengenalan budaya daerah, Langen Wiratama mendapat kesempatan tampil dalam acara Selasa Wagen di Teras Malioboro, dengan difasilitasi Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) DIY. Menariknya, dalam kesempatan tersebut turut serta dua murid MI Ma’arif Petet yang ikut tampil bersama para seniman senior.

Dukuh Petet, Sarif Hidayat mengatakan bahwa kegiatan ini untuk mengenalkan seni tradisi sejak dini. “Keikutsertaan kedua murid ini menjadi langkah positif dalam mengenalkan seni tradisi kepada generasi muda sejak dini. Hal ini sekaligus menunjukkan bahwa Bangilun tidak hanya dihidupkan kembali.

Tetapi juga mulai diwariskan kepada generasi penerus. Melalui kebersamaan lintas generasi, Langen Wiratama diharapkan terus berkembang dan menjadi bagian dari jati diri budaya Ngargosari,” ujarnya.
Guru MI Ma’arif petet, Untung Sugiarto, S.Pd. mengatakan bahwa kegiatan ini dapat menumbuhkan cinta budaya.

“Dengan keikutsertaan murid dalam kesenian ini menumbuhkan kecintaan terhadap kebudayaan, keberanian, dan keterampilan,” ungkapnyaMI Ma’arif Petet berharap setiap murid dapat menumbuhkan jiwa seni budaya tradisional baik di madrasah maupun di masyarakat. (nur/abi).
#KementerianSemuaAgama
#MakinDigitalMenjangkauUmat

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *