KUA Nanggulan Fasilitasi Penyusunan Bukti Dukung SKP dan Kode Etik Penyuluh 

Kulon Progo (KUA Nanggulan) – Dalam rangka meningkatkan kapasitas dan pemahaman teknis penyusunan Sasaran Kinerja Pegawai (SKP), KUA Nanggulan memfasilitasi kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Penyusunan Bukti Dukung SKP dan Kode Etik bagi Penyuluh Agama Islam Fungsional serta Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).

Kegiatan ini dilaksanakan di Balai Nikah KUA Nanggulan pada Selasa (20/01/2026) dan diikuti puluhan penyuluh agama dari berbagai wilayah se-Kabupaten Kulon Progo. Dalam sambutannya, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kulon Progo, H.M. Wahib Jamil, S.Ag., M.Pd., menegaskan bahwa penyuluh agama memiliki peran strategis sebagai teladan di tengah masyarakat. Oleh karena itu, kinerja penyuluh harus dibalut dengan nilai-nilai keagamaan, disiplin waktu, serta sikap profesional dalam menjalankan tugas kelembagaan.

“Penyuluh agama harus terus meningkatkan kinerja dan kedisiplinan, serta menyelaraskan seluruh aktivitas dengan tugas dan fungsi penyuluh agar pelayanan keagamaan kepada masyarakat semakin optimal,” ujar Wahib Jamil.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa bimtek ini digelar untuk memberikan pemahaman yang utuh terkait sistem pelaporan kinerja berbasis regulasi terbaru, khususnya bagi penyuluh PPPK yang baru diangkat, agar tidak terjadi kekeliruan dalam penyusunan dan pelaporan SKP.

Narasumber utama dalam kegiatan ini Penyuluh Agama KUA Sentolo  adalah Rohman, seorang praktisi yang berpengalaman di bidang manajemen kinerja. Dalam paparannya, ia menekankan pentingnya ketelitian serta kesesuaian antara SKP yang disusun dengan tugas dan fungsi penyuluh agama Islam. “SKP bukan sekadar dokumen formal, tetapi menjadi alat ukur profesionalisme kita dalam menjalankan tugas pembinaan keagamaan di masyarakat,” jelasnya.

Kegiatan ini juga mendapat perhatian dari Pengurus Daerah Ikatan Penyuluh Agama Republik Indonesia (IPARI) Kabupaten Kulon Progo. Ketua IPARI Kulon Progo, Rohman, S.Ag., turut hadir dan menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya bimtek tersebut.

“Kegiatan seperti ini sangat strategis dan perlu dilakukan secara berkala. Kami ingin memastikan seluruh penyuluh memahami hak dan kewajibannya, termasuk dalam menyusun SKP secara tepat dan akurat,” ungkapnya.
Antusiasme peserta terlihat jelas selama kegiatan berlangsung. Salah satu peserta, Heni Pamulatsih, S.Sos., mengaku sangat terbantu dengan adanya bimtek ini. “Sebagai penyuluh yang baru diangkat, kami memang sangat membutuhkan pendampingan seperti ini agar tidak salah dalam pelaporan kinerja,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala KUA Nanggulan, Jemino, S.H.I., M.H., menyampaikan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepada KUA Nanggulan sebagai tuan rumah kegiatan. Ia juga menegaskan dukungan penuhnya terhadap peningkatan kapasitas penyuluh agama. “Bimtek ini sangat penting agar para penyuluh dapat bekerja secara lebih profesional, sistematis, dan akuntabel,” tutur Jemino. Melalui pelaksanaan bimtek ini, diharapkan seluruh penyuluh agama mampu menyusun SKP secara akurat dan bertanggung jawab sebagai bagian dari peningkatan kinerja serta komitmen memberikan layanan keagamaan terbaik kepada masyarakat. (col/dpj)

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *