KUA Panjatan Berikan Motivasi Manajemen Keuangan bagi KPM PKH Bugel

Kulon Progo (KUA Panjatan) – Pasca kegiatan di Mapolsek, Tim Penyuluh Agama Islam KUA Panjatan melanjutkan syiar di tengah masyarakat. Bertempat di Bugel Kapanewon Panjatan, digelar pertemuan koordinasi dan pembinaan bagi Kelompok Penerima Manfaat (KPM) PKH wilayah Bugel pada Rabu (04/02/2026) pagi.

Hadir sebagai narasumber, Penyuluh KUA Panjatan, Kartiwin, S.Pd.I., M.S.I. Kedatangannya disambut hangat oleh Pendamping PKH Kapanewon Panjatan, Yanu Agung Nugroho, S.H., beserta puluhan ibu-ibu penerima manfaat yang antusias mengikuti jalannya diskusi.

Dalam materinya, Kartiwin menekankan pentingnya manajemen keuangan keluarga yang tidak hanya cerdas secara teknis, tetapi juga berkah secara spiritual. Ia mengajak para peserta untuk mengelola bantuan pemerintah dengan skala prioritas dan penuh rasa syukur.

“Mengelola keuangan bukan soal besar kecilnya nominal, tapi soal keberkahan. Mari jalani rutinitas dengan ikhlas dan sabar. Sabar dalam mengatur keinginan, dan ikhlas dalam mengupayakan kesejahteraan keluarga,” ujar Kartiwin dalam motivasinya.

Yanu Agung Nugroho, S.H., selaku Pendamping PKH, menyatakan bahwa kehadiran unsur agama sangat membantu mentalitas warga binaannya.

“Kami sangat berterima kasih kepada KUA Panjatan. Bantuan materi dari PKH memang penting, namun bekal mental dan spiritual seperti ini jauh lebih penting agar KPM memiliki daya juang untuk mandiri dan tidak hanya bergantung pada bantuan,” ungkap Yanu.

Ditemui secara terpisah, Kepala KUA Panjatan, H. Basid Rustami, S.Ag., memberikan apresiasi tinggi atas kolaborasi ini. Menurutnya, penyuluh agama harus mampu masuk ke berbagai lini, termasuk ke dalam program pemberdayaan ekonomi masyarakat seperti PKH.

“Kegiatan ini selaras dengan program prioritas Kementerian Agama RI mengenai Pemberdayaan Ekonomi Umat dan Revitalisasi KUA. KUA Panjatan membuktikan bahwa perannya tidak hanya sebatas urusan administrasi nikah, tetapi juga menjadi motor penggerak ketahanan keluarga melalui pendekatan agama,” ujarnya.

Dengan adanya sinergi antara Kementerian Agama dan Kementerian Sosial di tingkat lokal, diharapkan tercipta masyarakat Panjatan yang tidak hanya sejahtera secara ekonomi, tetapi juga kuat secara spiritual. (win/dpj)

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *