Sinergi SIKAP BAIK Rajut Harmoni Sosial Lewat Sikap Sederhana dan Edukasi Rumah Tangga Sehat

Kulon Progo (KUA Pengasih) – Komitmen Kantor Urusan Agama (KUA) Pengasih dalam mengokohkan ketahanan keluarga dan keharmonisan sosial terus digelorakan. Melalui program integratif SIKAP BAIK (Sinergi KUA dan PKH Berdaya, Agamis, Inklusif) yang berpadu dengan Pusaka Sakinah, pembinaan bagi Keluarga Penerima Manfaat (KPM) PKH sukses dilaksanakan di wilayah Ngramang, Kalurahan Kedungsari, pada Rabu (13/5/26) mulai pukul 08.00 WIB.
Pertemuan Peningkatan Kemampuan Keluarga (P2K2) kali ini menghadirkan dua dimensi edukasi yang sangat fundamental bagi kehidupan masyarakat, yakni pengelolaan relasi sosial berbasis nilai keagamaan serta peningkatan kualitas kesehatan keluarga.
Sebagai narasumber dari KUA Pengasih, Muhammad Munawir, S.Ag., mengangkat tema humanis yang sangat menyentuh hati warga: “Sikap-Sikap Sederhana yang Menyenangkan Orang Lain”. ia menekankan bahwa kesalehan seorang muslim tidak hanya diukur dari ibadah ritual semata, melainkan juga dari sejauh mana kehadiran dirinya membawa kebahagiaan dan ketenteraman bagi lingkungan sekitar.
“Islam mengajarkan bahwa sikap sederhana seperti tersenyum, berbicara santun, meminta maaf, mengucapkan tolong, dan berterima kasih dapat menciptakan lingkungan yang damai dan harmonis,” ujar Munawir.
Ia juga mengajak warga Ngramang untuk membiasakan tiga kata kunci dalam interaksi sehari-hari: meminta maaf jika salah, mengucapkan tolong saat butuh bantuan, dan mengapresiasi dengan terima kasih. “Jika sikap-sikap sederhana ini hidup di tengah keluarga dan lingkungan RT/RW, maka gesekan sosial bisa diredam, dan lingkungan yang aman, damai, serta inklusif akan tercipta dengan sendirinya,” tambahnya.
Sementara itu, Pendamping PKH Kapanewon Pengasih, Emi Listiawati, S.Pd., kembali memberikan edukasi krusial mengenai kesehatan lingkungan, khususnya tentang penggunaan wadah plastik yang aman berdasarkan kode angkanya.
Langkah ini diambil untuk memastikan para ibu KPM PKH memiliki kecerdasan dalam memilah perlengkapan dapur. Warga diedukasi untuk mengenali arti nomor 1 hingga 7 di dalam simbol segitiga daur ulang pada wadah plastik. Pendamping PKH menegaskan agar warga tidak memakai ulang botol plastik sekali pakai (kode 1/PET) untuk tempat air minum harian karena risiko migrasi zat kimia berbahaya. Sebagai gantinya, warga didorong untuk beralih ke wadah dengan kode angka 5 (PP) yang jauh lebih aman, stabil, dan ramah kesehatan untuk penggunaan berulang.
Menanggapi keberlanjutan program sinergis ini, Kepala KUA Pengasih, Yusma Alam Rangga H., S.H.I., M.S.I., memberikan refleksi dan statement resminya. Beliau menegaskan bahwa pondasi utama dari sebuah negara yang kuat adalah ketahanan emosional dan fisik di tingkat keluarga. “Kami melihat kegiatan di Ngramang, Kedungsari ini sebagai sebuah langkah konkrit yang sangat berbobot. Munawir menanamkan investasi sosial berupa karakter yang menyenangkan dan damai, sementara PKH menanamkan investasi kesehatan melalui edukasi plastik yang aman. Ini adalah perpaduan yang sangat harmonis. Keluarga yang sakinah adalah keluarga yang mampu memancarkan energi positif ke lingkungannya, sekaligus cerdas dan protektif terhadap kesehatan fisik anggota keluarganya di rumah. KUA Pengasih akan terus mengawal sinergi positif ini,” tegas Rangga.
Pertemuan P2K2 di Ngramang ini berlangsung dengan penuh kehangatan dan interaktif, ditutup dengan komitmen bersama warga untuk mulai menerapkan pola hidup bersih hati dan sehat lingkungan di rumah masing-masing.(lua/mel)



Leave a Reply
Want to join the discussion?Feel free to contribute!