“Kerukunan Bukan Slogan, tetapi Tanggung Jawab Bersama”, KUA Nanggulan Gelar Dialog Lintas Agama
Kulon Progo (KUA Nanggulan) — Kantor Urusan Agama (KUA) Kapanewon Nanggulan menggelar dialog kerukunan lintas agama di Balai Nikah KUA Nanggulan, pada Senin (24/8/2026). Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala KUA Nanggulan, unsur organisasi kemasyarakatan (ormas) keagamaan seperti NU, Muhammadiyah, LDII, MTA, serta perwakilan umat Katolik dan Kristen.
Dialog ini bertujuan untuk memperkuat moderasi beragama, membangun komunikasi yang harmonis antarumat beragama, serta merespons berbagai isu keagamaan dan kemasyarakatan di wilayah Kapanewon Nanggulan.
Kepala KUA Kapanewon Nanggulan, Jemino, S.H.I., M.H.I., dalam sambutannya menekankan pentingnya dialog sebagai jembatan untuk saling memahami dan menghormati perbedaan.
“Kerukunan bukanlah sekadar slogan, melainkan sebuah kebutuhan dan tanggung jawab bersama. Perbedaan yang ada di tengah kita adalah sunatullah yang harus kita kelola dengan bijak. Melalui dialog ini, kita ingin memperkuat tali persaudaraan dan memastikan bahwa moderasi beragama benar-benar terimplementasi dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Jemino.

Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga toleransi dan menjauhi segala bentuk provokasi yang dapat merusak kerukunan. “KUA Nanggulan akan terus menjadi fasilitator dalam membangun komunikasi yang sehat antarumat beragama,” tegasnya.
Sementara itu, Pastor Kepala Paroki Santa Perawan Maria Tak Bercela, Romo Rosarius Sapto Nugroho, menyampaikan apresiasi dan dukungannya terhadap inisiatif KUA Nanggulan dalam menggelar dialog lintas agama ini.
“Saya sangat mengapresiasi langkah KUA Nanggulan yang terus berupaya membangun komunikasi dan silaturahmi antarumat beragama. Ini adalah wujud nyata dari semangat kebersamaan dan toleransi yang harus terus kita pelihara. Kami dari umat Katolik sangat terbuka untuk terus berdialog dan bekerja sama dalam menciptakan kehidupan yang rukun dan damai di wilayah Nanggulan,” ujar Romo Sapto.
Ia juga menambahkan bahwa perbedaan agama bukanlah penghalang untuk saling peduli dan bekerja sama demi kemaslahatan bersama.
Dialog berlangsung dengan penuh kehangatan dan kekeluargaan. Para peserta menyampaikan aspirasi dan pandangan mereka secara terbuka, dengan semangat saling menghormati dan mendengarkan.
Melalui kegiatan ini, KUA Nanggulan menegaskan komitmennya untuk terus menjadi garda terdepan dalam merawat kerukunan dan moderasi beragama di tengah masyarakat yang majemuk. (cho/mel)




Leave a Reply
Want to join the discussion?Feel free to contribute!