MAN 3 Kulon Progo Bekali Orang Tua Cegah Radikalisasi Anak
Kulon Progo (MAN 3 KP) – MAN 3 Kulon Progo membekali orang tua siswa kelas XI dengan edukasi pencegahan radikalisasi dan kekerasan terhadap anak sebagai bagian dari upaya menjaga tumbuh kembang serta masa depan generasi muda. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Aula MAN 3 Kulon Progo, Rabu (2/9/2026) pukul 08.00 WIB sampai selesai, dalam rangka edukasi program KI ( Kunjungan Industri ) dan study Literasi sekaligus menghadirkan perwakilan Polda DIY, Brigadir Doni Pratama, S.E.,M.H, sering di panggil tama, sebagai narasumber edukasi pencegahan radikalisasi anak tersebut.

Kepala MAN 3 Kulon Progo, Nurhayanti, S.Pd., M.Sc., menyampaikan bahwa edukasi tersebut penting tidak hanya dipahami oleh siswa, tetapi juga oleh orang tua. Menurutnya, orang tua perlu mengetahui berbagai hal yang dapat menjadi perhatian dalam mendampingi anak agar mampu mencegah munculnya perilaku yang mengarah pada radikalisasi maupun kekerasan. “Orang tua juga perlu mengetahui materi yang disampaikan dalam kegiatan ini. Dengan pemahaman yang baik, orang tua dapat ikut menjaga dan mendampingi anak-anak agar masa depan mereka tetap terarah dengan baik,” ungkapnya.
Nurhayanti menambahkan bahwa keluarga memiliki peran penting dalam membentuk karakter dan memberikan perlindungan kepada anak. Komunikasi yang terbuka antara orang tua dan anak menjadi salah satu modal utama agar berbagai persoalan yang dihadapi anak dapat diketahui dan diselesaikan sejak dini.
“Anak-anak membutuhkan pendampingan, perhatian, dan komunikasi yang baik dari orang tua. Karena itu, mari bersama-sama menjaga anak-anak kita agar tumbuh menjadi generasi yang memiliki karakter baik dan mampu menghadapi berbagai tantangan di lingkungannya,” imbuh Nurhayanti.
Sementara itu, perwakilan Polda DIY, Tama, menjelaskan bahwa radikalisasi dan kekerasan pada anak dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor. Salah satu hal yang perlu menjadi perhatian adalah lingkungan dan proses pembentukan atau building yang diterima anak, serta kurangnya kedekatan antara anak dengan orang tua.
Tama mengingatkan bahwa kedekatan dalam keluarga bukan hanya berkaitan dengan keberadaan orang tua secara fisik, tetapi juga bagaimana orang tua membangun komunikasi dan memahami kondisi anak. Ketika hubungan antara orang tua dan anak terjalin dengan baik, anak akan memiliki ruang yang aman untuk bercerita mengenai pengalaman, permasalahan, maupun hal-hal yang ditemuinya di lingkungan sekitar.
Lebih lanjut, Tama menyampaikan data intervensi terhadap anak yang terpapar di wilayah D.I. Yogyakarta. Berdasarkan data yang disampaikannya, terdapat 13 anak di Sleman, 6 anak di Bantul, 2 anak di Kota Yogyakarta, 1 anak di Kulon Progo, dan 4 anak di Gunungkidul yang mendapatkan intervensi.
“Data ini menjadi perhatian bersama agar kita tidak lengah dalam mendampingi anak. Pencegahan harus dilakukan sejak dini, dimulai dari lingkungan terdekat anak, terutama keluarga,” jelas Tama.
Menurutnya, orang tua perlu membangun komunikasi yang baik dengan anak, memberikan perhatian yang cukup, serta mengetahui lingkungan pergaulan dan aktivitas anak. Pendampingan yang dilakukan secara hangat dan tidak menghakimi akan membuat anak lebih nyaman untuk menyampaikan persoalan yang sedang dihadapinya.
Selain itu, orang tua juga diharapkan tidak hanya memberikan nasihat, tetapi mampu menjadi tempat bagi anak untuk berdiskusi. Dengan komunikasi yang terbuka, berbagai perubahan perilaku maupun persoalan yang dialami anak dapat lebih cepat diketahui dan mendapatkan pendampingan yang tepat.
Tama mengimbau seluruh orang tua untuk menjadikan komunikasi keluarga sebagai salah satu langkah utama dalam mencegah anak menuju radikalisasi dan berbagai bentuk kekerasan. “Mari kita jalin komunikasi yang baik dengan anak. Dengarkan mereka, pahami apa yang mereka rasakan, dan dampingi mereka. Pencegahan dimulai dari keluarga,” pungkasnya.
Kegiatan edukasi tersebut menjadi bagian penting dari sinergi madrasah, orang tua, dan pihak kepolisian dalam menciptakan lingkungan yang aman bagi anak. Melalui pemahaman dan kepedulian bersama, diharapkan siswa MAN 3 Kulon Progo dapat tumbuh sebagai generasi yang memiliki karakter kuat, mampu berpikir kritis, serta terhindar dari pengaruh kekerasan dan paham yang dapat merugikan masa depan mereka.
(shi)




Leave a Reply
Want to join the discussion?Feel free to contribute!