Masjid sebagai Pusat Moderasi, ASN dan Masyarakat Wates Diajak Makmurkan Masjid

Kulon Progo (KUA Wates) – Masjid tidak hanya menjadi tempat melaksanakan ibadah, tetapi juga memiliki peran penting dalam membangun kehidupan sosial keagamaan yang harmonis. Hal tersebut disampaikan Penyuluh Agama Islam KUA Wates, Rohman, S.Ag., dalam Pengajian ASN dan Masyarakat Kapanewon Wates yang digelar di Aula SMP Negeri 1 Wates, Rabu (9/9/2026) pagi.
Dalam kajiannya, Rohman mengawali dengan mengingatkan pentingnya memakmurkan masjid sebagaimana ditegaskan Allah SWT dalam QS. At-Taubah ayat 18. “Sesungguhnya yang memakmurkan masjid-masjid Allah hanyalah orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari kemudian, serta tetap melaksanakan salat, menunaikan zakat dan tidak takut kecuali kepada Allah.”

Menurutnya, ayat tersebut menunjukkan bahwa memakmurkan masjid merupakan bagian dari cerminan keimanan. Kemakmuran masjid, lanjutnya, tidak semata-mata diukur dari kemegahan bangunan, tetapi juga dari kehidupan yang tumbuh di dalamnya.
“Masjid yang makmur bukan hanya masjid yang bangunannya bagus dan ramai ketika salat berjamaah. Masjid yang benar-benar makmur adalah masjid yang hidup dengan ibadah, ilmu, kepedulian sosial dan kegiatan yang membawa kemaslahatan bagi masyarakat,” jelas Rohman.
Lebih lanjut, Rohman menekankan bahwa masjid juga memiliki posisi penting dalam menanamkan dan menguatkan moderasi beragama. Menurutnya, masjid seharusnya menjadi ruang yang menumbuhkan sikap saling menghargai, baik dalam menyikapi perbedaan pemahaman keagamaan maupun perbedaan latar belakang yang ada di tengah masyarakat.

Senada dengan pemateri, Kepala KUA Wates, Marjuki, S.H.I., M.S.I., ditemui dikahir acara menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung terlaksananya pengajian ASN dan masyarakat Kapanewon Wates tersebut.
“Terima kasih kepada penyelenggara dan semua pihak yang telah mendukung sehingga kegiatan hari ini dapat terlaksana dengan baik. Mudah-mudahan kegiatan seperti ini dapat terus menjadi ruang untuk mempererat silaturahmi sekaligus menambah wawasan keagamaan kita,” ujar Marjuki.
Marjuki menilai tema moderasi beragama masih sangat relevan untuk terus digaungkan di tengah kondisi masyarakat saat ini. Menurutnya, penguatan moderasi perlu dilakukan secara berkelanjutan agar kehidupan beragama tetap berjalan dalam suasana damai, saling menghormati dan menjaga persatuan.(rar/mel)



Leave a Reply
Want to join the discussion?Feel free to contribute!