Penyuluh Agama KUA Wates Berikan Edukasi Thaharah pada Remaja Putri Bendungan

Kulon Progo (KUA Wates) – Penyuluh Agama KUA Wates Luazizah,S.H.I, pada Sabtu (05/07/2025) pagi, melakukan kegiatan pendampingan Posyandu Rematri (remaja putri) bertempat di Bendungan Lor, Kalurahan Bendungan kapanewon setempat.

Acara ini krusial dalam upaya pendampingan pembinaan kesehatan reproduksi dan moralitas bagi remaja di tingkat padukuhan setempat.

Dalam sesi yang interaktif, Luazizah fokus menyampaikan materi esensial mengenai tata cara bersuci (thaharah) yang benar bagi remaja putri setelah menstruasi. “Pemahaman yang akurat tentang syariat ini tidak hanya penting untuk menjaga kebersihan diri, akan tetapi juga merupakan prasyarat fundamental dalam menjalankan ibadah,” ujarnya. Edukasi ini membekali remaja putri dengan pengetahuan agama yang praktis dan relevan dengan fase perkembangan mereka.

Lebih lanjut, Luazizah juga memanfaatkan forum ini untuk secara tegas dan persuasif menyampaikan ajakan untuk menghindari pernikahan dini. Isu pernikahan dini masih menjadi tantangan di beberapa daerah, termasuk di Kulon Progo, dengan dampak negatif yang multidimensional terhadap pendidikan, kesehatan mental dan fisik, serta kesempatan ekonomi remaja. “Pernikahan yang belum cukup umur (nikah dini) dapat berpotensi merenggut hak-hak dasar remaja untuk tumbuh dan berkembang secara optimal. Mereka seharusnya fokus pada pendidikan dan pembentukan karakter,” tegas Luazizah.

Selain itu, ia juga memaparkan dampak negatif dari pernikahan dini dan menekankan akan pentingnya mempersiapkan diri secara matang sebelum memasuki jenjang pernikahan.

Kegiatan ini menunjukkan sinergi positif antara lembaga keagamaan, pemerintah desa, dan institusi pendidikan. Kehadiran para remaja putri, mahasiswa KKN UGM, serta pendamping kader dari padukuhan setempat mencerminkan komitmen kolektif dalam menciptakan lingkungan yang mendukung pertumbuhan remaja yang sehat, cerdas, dan bermoral.

Kegiatan dan inisiatif seperti ini diharapkan dapat terus berlanjut guna membentuk generasi muda yang tidak hanya taat agama, tetapi juga memiliki kesadaran tinggi akan masa depan mereka.(lua/dpj)

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *