Jelang Pesta Demokrasi, Penyuluh Agama Islam Lakukan Pendidikan Politik dengan Dakwah

Kulon Progo (KUA Wates) – Demi terciptanya maslahat bagi umat, terpilihnya pemimpin yang kuat dan jujur menjadi suatu keharusan. Untuk meraih tujuan tersebut, peran aktif masyarakat dalam proses pemilihan umum (pemilu) sangatlah krusial. Selain itu, salah satu tantangan yang perlu diatasi adalah tingginya orang yang  angka golput, yang dapat diminimalisir dengan memahami akar permasalahan yang menyebabkannya.

Kantor Urusan Agama (KUA) Wates Kabupaten Kulon Progo, melalui Penyuluh Agama Islam (01/02/24) siang menegaskan tentang pentingnya mengatasi golput dan mengurangi pelanggaran pemilu, khususnya money politik. Pihak KUA Wates telah mengambil langkah konkret dalam menanggulangi permasalahan ini. Menurut informasi yang diterima, salah satu penyebab golput adalah kurangnya sosialisasi yang dilakukan oleh penyelenggara pemilu dan kekurangan pendidikan politik di kalangan masyarakat. Oleh karena itu, KUA Wates secara aktif terlibat dalam sosialisasi pendidikan politik sebagai upaya untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang pentingnya peran aktif dalam proses demokrasi, pemilihan pemimpin, dan dampak negatif dari golput.

Kegiatan sosialisasi pendidikan politik yang dilakukan oleh Penyuluh Agama Islam KUA Wates melibatkan berbagai metode, seperti ceramah, diskusi interaktif, dan distribusi materi edukatif. Selain itu, pihak penyuluh juga menjalin kerja sama dengan berbagai pihak terkait, termasuk lembaga pendidikan dan organisasi masyarakat, untuk memperluas jangkauan dan mencapai lebih banyak lapisan masyarakat.

Dalam sebuah pernyataan, Muklisin  Purnomo menegaskan, “Peran agama dalam membentuk kepribadian dan moral sangat besar. Oleh karena itu, kami berupaya untuk memberikan pemahaman seimbang antara aspek keagamaan dan tanggung jawab kewarganegaraan. Melalui sosialisasi pendidikan politik, kami berharap masyarakat dapat memahami betapa pentingnya peran mereka dalam menentukan masa depan bangsa,” ujarnya.

Selain mengatasi golput, KUA Wates juga menekankan pentingnya meminimalisir money politik dalam pemilu. Pendidikan politik yang diberikan mencakup pemahaman akan bahaya praktik money politik, serta dorongan untuk mengutamakan kesejahteraan umat daripada kepentingan pribadi.

Penyuluh Agama Islam KUA Wates mengajak Ulama dan tokoh agama seluruh lapisan masyarakat, khusus para Khatib untuk ikut andil dan berpartisipasi dalam proses demokrasi. Dengan peningkatan pemahaman dan kesadaran politik, diharapkan angka golput dapat diminimalisir, money politik dapat ditekan, dan proses pemilihan umum dapat berlangsung lebih demokratis dan berkualitas. Sebagai bahan edukasi Masyarakat penyuluh telah menyediakan teks khutbah versi Bahasa Jawa yang bisa di unduh melalui Website resmi Kantor Kementerian Agama Kulon Progo. (muk/dpj)

WANCINIPUN NGLIMBANG KANGGE NEMTOKAKEN CALON PEMIMPIN

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *