Sukseskan Kota Wakaf dan Inkubasi Wakaf Produktif Kemenag Kulon Progo Lakukan Tindak Lanjut

Kulon Progo (Kankemenag) – Kantor Kemenag Kulon Progo adakan Koordinasi dan tindak lanjut penyelenggaraan kota wakaf dan inkubasi wakaf produktif bersama para nadzir dan stakeholder, bertempat di gedung Riptaloka kantor setempat, Kamis (11/09/2025).

Kepala Kantor, H.M. Wahib Jamil, S.Ag., M.Pd., dalam sambutannya menyampaikan bahwa potensi wakaf produktif di Kulon Progo sangat besar.

” Setelah di lakukan mapping tanah wakaf PCM Temon 2748 m2, MWCNU Kokap 454 m2, MWCNU Jatimulyo, Girimulyo 744 m2, Banjarharjo, Kalibawang 1975 m2 dan PCM Pripih, Kokap 2565 m2. Jika semuanya dapat berjalan baik dan berhasil maka penguatan ekonomi umat dapat terwujud,” ujarnya.

”Wakaf merupakan komitmen kita kepada Allah SWT, dan kelak akan kita pertanggungjawabkan. Kita diberikan kesempatan Ibadah yang luar biasa melalui Wakaf maka tanggung jawab ini tidak hanya di dunia tapi juga di akhirat kelak,” imbuhnya.

”Kami berharap dengan dana inkubasi tanah Wakaf ini, Nadzir dan penerima manfaat untuk segara bergerak melakukan penataan lahan dan penggarapan yang sebaik-baiknya, sehingga akan berdampak langsung bagi pengembangan perekonomian dan meningkatkan perekonomian umat,” tutur Jamil.

Gara Zakat dan Wakaf, Haris Widiyanto, S.H., berharap dengan Wakaf produktif tersebut akan menaikan nilai manfaat dari wakaf tersebut. Nilai Wakaf tidak boleh berkurang, dan diusakan selalu berkembang sehingga kedepan dapat menguatkan ekonomi umat.

”Inkubasi wakaf produktif saat ini akan di selenggarakan pada 3 tempat usaha yaitu Kebun Markisa yang berada di galur dengan pengelola PCM Galur dengan nilai manfaat 75 juta, Empon-Empon Sejahtera yang berada di kalibawang dan Kokap serta girimulyo, dengan target pendanaan 100.000.000 dari investor/funding. Kemudian Air mineral yang di kelola PCNU Wates dengan dilai manfaat 75 Juta,” jelas Haris.

”Nadzir tidak hanya mengembangkan dana stimulan, akan tetapi juga mempunyai tanggung jawab moral untuk mensukseskan program Wakaf produktif, karena ini adalah pilot project yang nanti akan menjadikan acuan dalam pengembangan usaha lainya,” pungkas Haris. (don)

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *